Geopark Diselamatkan! Prabowo–Bahlil Dapat Pujian DPR

Reporter : -
Geopark Diselamatkan! Prabowo–Bahlil Dapat Pujian DPR
Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian

Jakarta, JatimUPdate.id - Langkah tegas pemerintah mencabut empat izin usaha tambang nikel di Raja Ampat, Papua Barat Daya, mendapat sambutan positif dari Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. Ia menilai keputusan ini sebagai bentuk nyata komitmen negara dalam melindungi kawasan yang telah diakui sebagai Geopark UNESCO dan kaya akan warisan budaya adat.

“Ini bukan hanya kemenangan untuk lingkungan, tapi juga untuk jati diri budaya bangsa,” ujar Hetifah lewat rilisnya yang diterima Jatim Update, Selasa (10/06/2025).

Baca Juga: Bahlil Lahadalia Tolak Jatah Jabatan, Kader Wajib Nyaleg

Menurut Hetifah, Raja Ampat bukan sekadar surga geologis dan ekologis, tapi juga rumah bagi budaya lokal yang hidup berdampingan harmonis dengan alam. Dengan pencabutan izin tambang yang melanggar aturan lingkungan, pemerintah menunjukkan bahwa suara masyarakat adat yang selama ini memperjuangkan wilayahnya benar-benar didengar.

Ia juga menggarisbawahi bahwa pengelolaan geopark harus melibatkan masyarakat lokal sebagai aktor utama.

“Mereka bukan hanya penjaga alam, tapi penjaga identitas kita,” tegasnya.

Baca Juga: Bamsoet Dorong F- Partai Golkar Jadi Garda depan Penataan Sistem Partai Politik Perkuat Demokrasi dan Keadilan Sosial

Tak lupa, Hetifah menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, atas keberanian mengambil keputusan strategis ini.

“Saya mengapresiasi langkah Presiden dan Menteri ESDM. Ini keputusan penting yang menunjukkan keberpihakan negara kepada kelestarian budaya dan lingkungan,” ungkapnya.

Baca Juga: Presiden Prabowo Tegaskan Kepastian Investasi, Akselerasi Hilirisasi, dan Jamin Stok Energi Nasional Aman

Komisi X DPR RI, lanjut Hetifah, mendorong agar strategi pelestarian kawasan seperti Raja Ampat selalu mengedepankan pendekatan budaya dan ekologi. Ia juga mendesak agar pengelolaan geopark di seluruh Indonesia ditata ulang agar warisan budaya tidak dikorbankan demi keuntungan jangka pendek.

“Sekali warisan budaya rusak, tidak ada jalan untuk mengembalikannya,” tutup Hetifah dengan penuh penekanan (*).

Editor : Redaksi