Banyumas Siap Jadi Pelopor Hilirisasi Kelapa Nasional

Reporter : -
Banyumas Siap Jadi Pelopor Hilirisasi Kelapa Nasional
Pemerintah Kabupaten Banyumas menggandeng Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian (BRMP) untuk mengakselerasi hilirisasi sektor kelapa melalui pengembangan varietas unggul Kelapa Genjah Bali Kuning. Pemerintah Kabupaten Banyumas menggandeng Badan Peraki


Banyumas, JatimUPdate.id – Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono, bersama Kepala Balai Perakitan dan Pengujian Tanaman Palma (BRMP), Steivie Karouw, serta sejumlah tokoh penting lainnya, melakukan pertemuan strategis dengan Badan Perakitan dan Modernisasi Pertanian.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Joko Kahiman, Purwokerto ini membahas program pendampingan dalam hilirisasi kelapa di Kabupaten Banyumas.

Baca Juga: Pemerintah Atur Ritel Modern, Fokus pada Penguatan Koperasi Desa

Dalam paparannya, Bupati Sadewo menegaskan bahwa pemerintah daerah berkomitmen untuk mendorong transformasi pertanian yang lebih modern dan produktif.

Salah satu langkahnya adalah dengan menguji dan membudidayakan Kelapa Genjah Bali Kuning, varietas yang disebut-sebut mampu menghasilkan nira 8–10 kilogram per hari dan mulai berproduksi dalam waktu relatif singkat, yakni 2 tahun 4 bulan.

“Kelapa Genjah Bali Kuning adalah peluang besar bagi Banyumas. Varietas ini mampu menghasilkan nira 8 hingga 10 kilogram per hari, dengan masa tanam hingga panen hanya sekitar 2 tahun 4 bulan. Ini jauh lebih cepat dibandingkan kelapa genjah entog yang membutuhkan 3 tahun,” jelas Sadewo.

Kecamatan Cilongok Jadi Sentra Kelapa

Lebih jauh Sadewo optimistis pengembangan varietas ini akan memperkuat posisi Banyumas sebagai pusat produksi kelapa nasional, mengingat wilayah ini bersama daerah sekitar seperti Cilongok menyumbang sekitar 80% dari total produksi kelapa Indonesia yang memenuhi 90% kebutuhan dunia.

“Kalau hasil verifikasi sesuai, ini bukan hanya sekadar inovasi, tapi revolusi. Bayangkan, 90% kebutuhan kelapa dunia berasal dari Indonesia, dan 80% dari angka itu disumbang Banyumas dan sekitarnya seperti Cilongok. Dengan varietas ini, daya saing kita bisa meningkat tajam,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BRMP Steivie Karouw memaparkan keunggulan teknologi kelapa genjah yang dikembangkan oleh unit kerjanya di Manado.

Menurutnya, varietas unggul seperti Genjah Bali Kuning tidak hanya menawarkan produktivitas tinggi, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan petani dalam menyadap nira.

Lebih dalam dia juga mengatakan bahwa waktu panen lebih cepat, hanya perlu waktu 18 bulan dari penanaman untuk mulai disadap.

Selanjutnya, peningkatan Produksi Nira rata-rata produksi mencapai 700-800 ml per pohon per hari. Dengan pohon pendek, petani bisa menyadap 80-100 pohon per hari, meningkat drastis dibandingkan 20 pohon pada kelapa tinggi.

“Produksi gula harian bisa naik dari rata-rata 5 kg menjadi 9-10 kg, berpotensi menggandakan pendapatan petani,” katanya.

Secara khusus BRMP berkomitmen untuk mendukung penuh upaya ini, mulai dari penyediaan benih unggul, pembibitan di Banyumas, hingga pendampingan teknis dan analisis tanah untuk pemupukan dan pengendalian hama.

Baca Juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi

Kolaborasi antara pemerintah daerah dan BRMP ini diharapkan mampu menjadikan Banyumas sebagai pionir dalam modernisasi industri kelapa nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa terbesar di dunia.

Dukungan Pemdes se Banyumas

Disisi lain upaya serius Pemkab Banyumas yang dimotori Bupati Banyumas, Sadewo Tri Listiono itu bak gayung bersambut mendapat respon positif dan dukungan dari stakeholder Desa di Kabupaten Banyumas.

"Para Kades di Banyumas, baik di kawasan sentra kelapa Kecamatan Cilongok maupun kawasan lainnya siap mendukung budidaya Kelapa Genjah Bali Kuning, yang merupakan varietas unggul dari kelapa sehingga kedepan Banyumas bisa menjadi sentra produksi kelapa nasional," kata Ahmad Syaifuddin, Kepala Desa Kasegaran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas kepada Redaksi JatimUPdate.id pada Jumat pagi (18/07/2025).

Ahmad Syaifuddin yang juga Ketua Satria Praja atau Ketua Paguyuban Kades se Kabupaten Banyumas itu menegaskan upaya cerdas dari Pemkab Banyumas untuk mendorong wilayahnya sebagai sentra pangan nasional di sektor budidaya Kelapa Genjah ini merupakan upaya Kolaborasi dan Sinergi Program Daerah dengan Desa.

"Ini sebuah trobosan sangat cerdas, sekaligus untuk mengkolaborasikan dan mensinergikan program Kementrian Desa terkait Dana Desa yang diprioritaskan untuk Ketahanan Pangan Desa sebesar 20% menjadi menemukan penguatan di sisi implementasi. Pak Yandri Susanto selaku Menteri Desa PDT juga menggalakkan program Ketahanan Pangan Desa Tematik, dengan Ide Pak Bupati Sadewo sangat Kolaboratif banget, saling dukung," kata Syaifuddin yang juga Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Desa Seluruh Indonesia (AKSI) itu.

Kalaborasi BUMN, BUMD, BUMdesa dan Koperasi Desa Merah Putih

Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa

Syaifuddin menegaskan langkah inovasi Pemkab Banyumas ini mesti mendapat dukungan semua pihak tidak saja dari Pemerintah Desa, namun juga semua pihak termasuk Perguruan tinggi, BUMN, BUMD serta swasta juga pers media termasuk mengkolaborasikan dengan BUMDesa dan Koperasi Merah Putih.

"Pesan Pak Presiden Prabowo mesti diejawantahkan terkait konsep Kolaborasi, sehingga Program Budidaya Kelapa Genjah di Banyumas bisa terialisir secara sistemik dan masif. Konsep Pentahelix Desa perlu dikedepankan sehinga lima aktor, Pemerintah, Swasta-BUMN-BUMD, Perguruan Tinggi, Pers dan Desa terhubung berkolaborasi-bersinergi demi Banyumas Lumbung Pangan Nasional," harap Syaifuddin.

Pelibatan BUMdesa dan Koperasi Desa Merah Putih, kata Syaifuddin, sebagai Garda Depan program budidaya Kelapa Genjah di Banyumas mesti mendapat tempat secara serius.

"Program Budidaya Kelapa Genjah ini akan sangat pas bila garda depannya adalah BUMDesa dan Kopdes MP dimana keduanya kini mendapat prioritas oleh Presiden Prabowo dengan balutan Program Asta Cita ke-6 akan semakin membuat Banyumas dan Indonesia mendapatkan momentum menuju capaian Indonesia Emas 2045. Membangun Desa, Membangun Indonesia. Desa Adalah Kunci Peradaban Modern Indonesia Emas 2045," tegas Syaifuddin. (Muhyi/sof/yh)

 

 

Editor : Yuris. T. Hidayat