Perang Dingin Armuji vs Achmad Hidayat PDIP Surabaya Diambang Kehancuran Elektoral

Reporter : -
Perang Dingin Armuji vs Achmad Hidayat PDIP Surabaya Diambang Kehancuran Elektoral
Ilustrasi

Surabaya, JatimUpdate.id – Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menilai konflik internal yang melibatkan elite PDI Perjuangan Surabaya membuka peluang besar bagi partai pesaing, utamanya Partai Gerindra di tengah melemahnya konsolidasi internal.

Menurut Bimo, friksi antara Armuji dan Achmad Hidayat yang mencuat ke ruang publik menandai melemahnya soliditas partai di tingkat daerah, khususnya Surabaya sebagai wilayah strategis.

Baca Juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”

"Menurut saya konflik internal yang terjadi pada tubuh PDIP Surabaya terutama antara Armuji dan Achmad Hidayat ini akan membuka ruang politik yang semakin lebar bagi partai-partai pesaing termasuk Partai Gerindra dalam konteks Surabaya sebagai wilayah strategis," kata Bimo melalui saluran WhatsApp Jatimupdate, Minggu (20/7).

Ia menambahkan, jika Gerindra mampu menawarkan figur lokal yang kuat dan memiliki strategi komunikasi politik yang efektif, peluang untuk menggeser dominasi PDIP di Surabaya akan semakin terbuka.

"Konteks ini kan melemahnya soliditas PDIP justru bisa menguntungkan kebangkitan Gerindra apalagi bila mereka mampu menawarkan figur lokal yang kuat serta strategi komunikasi politik yang efektif kepada pemilih urban," tuturnya.

Bimo mengingatkan DPP PDIP agar tidak tinggal diam terhadap konflik yang terus berlarut. 

Baca Juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan

Menurutnya, jika tidak segera dimediasi, situasi ini bisa berdampak serius pada kekuatan elektoral PDIP di basis tradisionalnya.

"Jika konflik ini terus dibiarkan tanpa ada mediasi serius dari DPP maka bukan tidak mungkin PDIP akan kehilangan keunggulan struktural maupun psikologisnya di basis tradisional sendiri," urainya.

Ia menekankan kepercayaan publik terhadap PDIP sangat ditentukan oleh kekompakan di level elite dan kader. 

Baca Juga: Rebut Kembali Kepercayaan Rakyat, PDIP Surabaya Gelar Konsolidasi Dapil 4

Sayangnya, percikan konflik yang terus terekspos di media dikhawatirkan memicu apatisme bahkan pembelotan suara.

"Elektoral PDIP sangat bergantung pada soliditas kader dan harmoni di tingkat elit lokal sehingga ketika elit lokal justru terpolarisasi dan publikasi konflik menjadi konsumsi media maka efeknya bisa bersifat elektoral turunnya kepercayaan pemilih, apatisme kader, dan pembelotan suara," demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat