Presiden Prabowo Luncurkan 80.081 Koperasi Desa Merah Putih
Wonosari, Klaten, JatimUPdate.id— Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan 80.081 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih dalam acara bersejarah yang digelar di Desa Bentangan, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Baca Juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi
Program ini menandai langkah besar pemerintah dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang modern dan berorientasi pada kesejahteraan rakyat kecil.
Peluncuran koperasi ini menjadi bagian dari visi besar membangun ekonomi kerakyatan yang inklusif.
Menteri Koordinator Bidang Pangan sekaligus Ketua Satgas Nasional Koperasi Desa Merah Putih, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa koperasi ini tidak hanya berfungsi sebagai wadah produksi dan distribusi, namun juga untuk memotong rantai pasok, memberantas tengkulak dan rentenir, serta memberdayakan petani, nelayan, dan pelaku ekonomi desa berdasarkan prinsip gotong royong dan kekeluargaan.
“Koperasi Merah Putih adalah wajah baru koperasi Indonesia yang siap menjadi motor pembangunan ekonomi desa. Dalam dua bulan saja, sudah terbentuk lebih dari 80.000 koperasi secara sah dan legal,” kata Zulkifli.
Dia juga menambahkan bahwa program ini akan menciptakan sentra-sentra ekonomi baru di desa dalam tiga hingga empat tahun ke depan, meningkatkan kualitas hidup warga desa secara signifikan.
PT Pos Indonesia (Persero) turut berperan aktif dalam mendukung koperasi ini sebagai media logistik utama. Plt Direktur Utama Pos Indonesia, Endy Abdurrahman, menjelaskan peran vital perusahaan dalam pengantaran barang dan obat-obatan, termasuk kerja sama dengan BUMN Kimia Farma untuk distribusi obat generik di desa-desa.
“Kami memiliki jaringan lebih dari 4.000 kantor pos dan 28.000 agen pos yang tersebar hingga pelosok nusantara. Dengan infrastruktur ini, distribusi koperasi dipastikan lancar tanpa hambatan,” ujar Endy.
Presiden : Kopdes Dilengkapi Fasilitas Pendukung
Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya fasilitas pendukung seperti gudang penyimpanan, cold storage, gerai sembako, apotek, serta kendaraan logistik dan fasilitas pinjaman super mikro yang akan memperkuat perputaran ekonomi desa.
“Setiap desa akan memiliki gudang untuk menyimpan hasil panen dan pendingin untuk menjaga kualitas ikan nelayan. Ini akan mempercepat distribusi hasil desa ke pasar dan sebaliknya, kebutuhan desa dapat segera terpenuhi,” ujar Presiden.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa
Presiden Prabowo menegaskan koperasi merupakan alat perjuangan rakyat kecil untuk memperkuat posisi ekonomi mereka dan memotong dominasi para penguasa besar yang selama ini menghambat kemajuan.
“Peluncuran 80.081 koperasi ini adalah langkah strategis besar yang akan menggerakkan ekonomi desa secara menyeluruh. Dengan niat dan dorongan kuat, apa yang dianggap tidak mungkin bisa menjadi mungkin,” tegasnya sebelum menekan tombol sirene sebagai simbol dimulainya gerakan koperasi Merah Putih.
Dukungan Jatim Untuk Kopdes MP
Dukungan nyata juga datang dari Provinsi Jawa Timur, yang menjadi daerah dengan pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih terbanyak secara nasional.
Dari 103 koperasi yang sudah beroperasi secara nasional, 23 koperasi berada di Jawa Timur.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan apresiasi atas percepatan pembentukan koperasi yang didukung konektivitas dengan Bulog, Pertamina, Pupuk Indonesia, dan Pos Indonesia. Fokus utama koperasi adalah kebutuhan pangan pokok seperti sembako, beras, minyak goreng, dan gula.
Baca Juga: Desa Kesulitan Lahan untuk KDMP, Pemerintah Siapkan Regulasi
“Ini adalah bukti kerja keras dan semangat luar biasa dalam mewujudkan gagasan besar Bapak Presiden untuk memperkuat koperasi berbadan hukum di Indonesia,” ujar Khofifah.
Peluncuran Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih oleh Presiden Prabowo Subianto menjadi tonggak penting dalam memperkuat ekonomi desa Indonesia.
Dengan dukungan infrastruktur yang kuat dan sinergi antar BUMN, koperasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa, memotong rantai pasok yang merugikan, serta membuka peluang ekonomi baru yang berkelanjutan.
Program ini juga menunjukkan betapa pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, dan sektor swasta dalam membangun Indonesia yang lebih mandiri dan makmur dari desa. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat