Bandingkan Saat Serangan Covid, Politisi NasDem, Sebut Investasi di Surabaya Turun

oleh : -
Bandingkan Saat Serangan Covid, Politisi NasDem, Sebut Investasi di Surabaya Turun
Imam Syafi'i/foto:Roy

Jatimupdate.id - Politisi Partai NasDem Imam Syafi’i mengatakan, investasi di Kota Surabaya turun pada tahun 2022.

Hal ini diketuai setelah rapat anggaran pembahasan perubahan APBD. Padahal urai Imam, ketika covid sedang ganas-ganasnya 2020 - 2021. Berdasarkan data yang didapat, pada 2020 PMDN (penanaman modal dalam negeri) nilainya 20 triliun.

Sedangkan PMA (penanaman modal asing) sebesar 1,5 triliun. "Ini baru asumsi karena saya mendapatkan data sampai triwulan pertama." kata Imam.

Imam menambahkan, pada 2021 dari 20 triliun tersebut meningkat 26 triliun. Sedangkan tahun 2022 ini, baru tercapai sekitar 6,9 triliun. "Untuk penanaman modal asing bahkan tidak sampai satu triliun," tambah Imam

Imam mengalkulasi, kalau angka 6 diasumsikan baru triwulan pertama, dan  dikalikan 4, menurutnya sampai akhir tahun triwulan ke empat hanya 24 triliun. "Itu kan masih berkurang dibandingkan 2021 yang PMDN nya 2,6 triliun. Ini baru 6 triliun." papar Imam.

Karenanya, pada rapat APBD tersebut, Imam mengaku mencecar tim anggaran Pemkot yang dipimpin Sekda. Apakah faktor ini karena regulasi yang kurang menarik? Sebab, dari sudut pandang Imam, investor akan melihat suatu daerah secara bisnis, maupun perizinan.

"Misalnya, apakah fasilitas-fasilitas dari pemerintah setempat cukup menarik sehingga investor masuk. Sebab, agak aneh ketika covid  naik. Sedangkan ketika melandai investasinya kok turun." ketus Imam.

Maka, Imam menekankan, agar hal ini menjadi perhatian serius. Sebab ia meyakin, makin banyaknya investor, bisa membuka lapangan pekerjaan, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. "Pak Sekda waktu itu diplomatis jawabannya. Mempersilahkan kami di dewan. Kalau ada teman yang mau berinvestasi ikut membantu." tutur Imam

"Supaya carikan investor. Kalau mau berinvestasi ke Surabaya, kita akan membuka pintu seluasnya, katanya Pak Sekda seperti itu." demikian tandas Imam