Refleksi 80 Tahun Merdeka, PB SEMMI : Indonesia Berjibaku Menata Masa Depan
Oleh : Achmad Donny
Baca Juga: Santri Tampilkan Atraksi Pencak Silat pada Upacara 17 Agustus di Nurul Jadid
Bendahara Umum Pengurus Besar Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia
Jakarta, JatimUPdate.id - Indonesia baru saja merayakan hari kemerdekaannya yang ke-80, angka yang cukup matang untuk perjalanan sebuah bangsa. Banyak sudah yang dilewati bangsa Indonesia dalam kurun waktu 8 dekade terakhir.
Negeri yang kaya akan sumber daya alam dan keberagaman budaya itu saat ini sedang menjalani "babak baru" dalam perjalanannya. Cita-cita menuju indonesia emas sedang ditata ditengah kondisi yang tidak stabil.
Tahun ini tema nasional yang di usung adalah Bersatu Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju, tema yang mengajak kita semua khususnya generasi muda untuk merenungkan kembali dan memperbarui tekad dalam mewujudkan impian bersama menuju indonesia yang lebih maju, adil dan makmur.
Menata kembali asa dan harapan yang menjadi pijakan inti bagi seluruh anak bangsa indonesia dalam menghadapi dinamika sosial dan tantangan zaman.
Baca Juga: Siswi SMA Al Muslim Terpilih Jadi Pembawa Baki Paskibra Kecamatan Waru
Namun, saat ini penyalahgunaan kekuasaan yang masih terjadi di Indonesia, seakan menghadirkan paradoks di dalam cita-cita bangsa yang besar itu, korupsi yang sudah menjadi budaya, penegakan hukum yang tebang pilih, penguasaan sumber daya alam yang tidak berkeadalin dan masih banyak lagi paradoks yang terjadi didalam bangsa ini.
Hal demikian lah yang menjadi batu sandungan bagi Presiden Prabowo, kabinet dan segenap penyelenggara negara yang sedang menata bangsa ini.
Spirit apalagi yang harus di pacu kepada generasi muda untuk cinta kepada bangsanya sementara hari-hari yang mereka temui tidak lain hanyalah ketimpangan sosial, utamanya pada issue yang berkaitan dengan generasi muda.
Baca Juga: Santri Nurul Jadid Ditekankan Jadi Patriot Bangsa dalam Upacara HUT RI ke-80
Bonus demografi yang sedang di dapatkan indonesia hari ini bisa menjadi bencana demografi apabila tidak di tata ulang dengan serius.
Angkatan kerja yang tidak memiliki ruang akan menjadi masalah besar, menyusul investasi yang banyak menemui kendala akibat dari masalah birokrasi yg berbelit hingga tindakan ormas yang mengganggu ikilm investasi. Perlu penataan yang terukur.
Terakhir marilah kita melakukan refleksi yang mendalam pada momentum 80 Tahun kemerdekaan Indonesia, mari kita semua mengingat kembali bagaimana perjuangan rakyat Indonesia melawan penjajah dengan penuh pengorbanan jiwa dan raga, betapa pedihnya perjuangan rakyat dan para pejuang, jangan sampai kemudian kita yang hanya tinggal mengisi dan menjaga kemerdekaan ini dengan sengaja mengkhianati perjuangan para pahlawan, dengan melakukan praktik jahat yang dapat merongrong persatuan bangsa hingga semakin jauh dari cita-cita proklamasi 1945. (wb/roy)
Editor : Ibrahim