PPI Jepang Imbau Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Tidak Gelar Aksi di Jalan Maupun Depan KBRI

Reporter : -
PPI Jepang Imbau Mahasiswa Indonesia di Luar Negeri Tidak Gelar Aksi di Jalan Maupun Depan KBRI
PPI Jepang mengeluarkan pernyataan resmi, dok jatimupdate.id

Tokyo,JatimUPdate.id – Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Jepang mengeluarkan pernyataan resmi terkait maraknya aksi demonstrasi mahasiswa Indonesia di luar negeri. PPI Jepang menegaskan, mahasiswa diminta tidak melakukan aksi di jalanan umum maupun di depan kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI).

Dalam keterangan sikap bernomor 083/SKEL/PPI-JEPANG/VIII/2025, PPI Jepang menyampaikan bahwa aksi demonstrasi di ruang publik luar negeri maupun di halaman KBRI berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi diaspora Indonesia di negara setempat. 

Baca Juga: Fajar Ogah Komentari Demonstrasi Mitra Jagal, Fokus Pelayanan Pemotongan di Pegirian dan TOW

Selain dapat memicu ketidaknyamanan masyarakat lokal, langkah itu juga dinilai bisa merusak hubungan baik dengan pemerintah tuan rumah.

“Mahasiswa Indonesia di luar negeri sebagai bagian dari diaspora harus menjaga keharmonisan hubungan diplomatik dan sosial dengan negara setempat,” tulis PPI Jepang, yang diterima, Senin (1/9).

Baca Juga: Arif Fathoni: DPRD Fasilitasi Dialog Penolakan Relokasi RPH Pegirian

Organisasi pelajar tersebut mengajak mahasiswa agar menyalurkan aspirasi secara lebih konstruktif melalui jalur dialogis dan resmi. 

Hal itu dinilai lebih efektif untuk menjaga nama baik bangsa, sekaligus memastikan sikap yang ditunjukkan tetap sesuai aturan dan norma yang berlaku di negara tempat tinggal.

Baca Juga: Soal Demonstrasi Mitra Jagal, Komisi B: Sudah Dimediasi Berkali-kali

Pernyataan sikap ini ditegaskan sebagai bentuk kepedulian, solidaritas, serta tanggung jawab moral PPI Jepang terhadap keberlangsungan peran diaspora Indonesia di luar negeri yang terus berkembang.

Imbauan tersebut ditandatangani langsung oleh Ketua Umum PPI Jepang 2024–2025, Prima Gandhi, bersama jajaran pengurus Rayhan Maulana Ryzan (Wakil Ketua Umum), Muhammad Reza Hasrul (Sekretaris Jenderal), dan Whisnu Agung Baroto (Bendahara Umum). (Roy)

Editor : Miftahul Rachman