Ribuan Santri dan Ulama Gelar Istighosah Kubro di Surabaya, Doakan Kedamaian Jawa Timur dan Indonesia

Reporter : -
Ribuan Santri dan Ulama Gelar Istighosah Kubro di Surabaya, Doakan Kedamaian Jawa Timur dan Indonesia
Ribuan santri, masyarakat, ulama, hingga ratusan pengemudi ojek online memadati kompleks Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Siwalankerto, Surabaya, Rabu (3/9).

Surabaya, JatimUPdate.id – Ribuan santri, masyarakat, ulama, hingga ratusan pengemudi ojek online memadati kompleks Pondok Pesantren Amanatul Ummah, Siwalankerto, Surabaya, Rabu (3/9). Mereka larut dalam lantunan doa dan tahlil dalam acara Istighosah Kubro yang digelar khusus untuk mendoakan kedamaian Jawa Timur dan Indonesia pasca kerusuhan yang mengguncang sejumlah daerah akhir Agustus lalu.

Kegiatan spiritual akbar tersebut dipimpin langsung oleh Pengasuh Ponpes Amanatul Ummah, KH. Asep Saifuddin Chalim. Suasana semakin khidmat ketika doa tahlil dipandu oleh Syekh Ahmad Muhammad Mabruk Al Hasani, ulama asal Mesir, bersama KH. Muhammad Sujak, Kepala Badan Pengelola Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya dan Ustad Mohammae Ghofirin. 

Baca Juga: Polsek Grujugan Santuni Anak Yatim, Doa Bersama Jaga Kamtibmas Tetap Kondusif

Sebelum rangkaian istighosah dimulai, jamaah terlebih dahulu melaksanakan shalat ghaib bagi para korban yang gugur dalam kerusuhan pada unjuk rasa 28–29 Agustus 2025. Nama Affan Kurniawan, salah satu korban jiwa, disebut secara khusus dalam doa, disusul dengan para korban di Makassar dan berbagai daerah lainnya.

“Tujuan kita istighosah dan tahlil akbar ini mendoakan saudara-saudara kita yang menjadi korban kerusuhan. Kita berharap mereka mendapat tempat terbaik di sisi Allah. Di saat yang sama, kita bermunajat agar Indonesia damai, terhindar dari fitnah, ujaran kebencian, serta adu domba,” ujar Kiai Asep dalam tausiyahnya.

Ia menambahkan, doa bersama ini juga menjadi bentuk dukungan moral bagi pemerintah dalam menjaga stabilitas nasional.

“Kita ingin Presiden RI Prabowo dan Ibu Gubernur Khofifah dapat terus mewujudkan Indonesia yang maju, adil, dan makmur. Pemerintah sekarang bekerja keras, dan kita doakan semoga Allah selalu melindungi bangsa ini, khususnya Jawa Timur,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Kiai Asep secara terbuka menyampaikan dukungan atas kebijakan Presiden Prabowo yang meminta aparat keamanan bertindak tegas dan terukur menghadapi provokator maupun perusuh.

“Negara jangan kalah dengan provokator. Apa yang diinstruksikan Presiden Prabowo adalah langkah tepat. Kami mendukung aparat untuk bertindak tegas agar kerusuhan tidak terulang,” ujarnya disambut pekik takbir ribuan jamaah.

Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar

Acara Istighosah Kubro ini sejatinya direncanakan berlangsung di depan Gedung Negara Grahadi Surabaya. Namun, atas permintaan Gubernur Jawa Timur, Pangdam V/Brawijaya, dan Kapolda Jatim, lokasi kegiatan akhirnya dipindah ke Ponpes Amanatul Ummah dengan alasan keamanan.

Kiai Asep menuturkan, keputusan pemindahan lokasi diambil dengan lapang dada.

“Semua persiapan di Grahadi sudah matang, bahkan saya biayai sendiri. Tetapi kemarin sore, Selasa (2/9), saya dimohon dengan sangat oleh Ibu Gubernur, Pangdam, dan Kapolda agar acara tidak diselenggarakan di sana. Demi maslahat bersama, saya bersedia memindahkannya ke Siwalankerto,” jelasnya.

Meski berganti lokasi, antusiasme jamaah tidak berkurang sedikit pun. Ribuan santri, masyarakat, hingga pengemudi ojek online tetap hadir dengan penuh khidmat, menyatukan doa untuk Indonesia yang damai dan tenteram. (DPR) 

Baca Juga: Gelar Rakorda: Pordi Jawa Timur Mantapkan Arah Program Organisasi Tahun 2026

 

 

 

 

Editor : Redaksi