Pasangan Calon Bupati Sidoarjo Bambang Haryo Soekartono (BHS) dan Taufiqulbar (jatimupdate.id)

SIDOARJO - Kekuatan Calon Bupati Sidoarjo  Bambang Haryo Soekartono (BHS)  di Pilkada Sidoarjo tidak bisa diremehkan.

Penilaian itu diungkapkan oleh pengamat politik, Abdus Sair, salah satu Dosen FISIP di Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS).

"Lawan terberatnya yaitu nomor urut 1 atau BHS, jadi itu petanya," ucap Abdus Sair, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, kekuatan politik yang dimiliki paslon lain juga terbilang jauh dari keunggulan BHS.

Menurutnya, sulit untuk menggoyang kekuatan BHS-Taufiqulbar. Potensi kemenangan lawan menurutnya hanya didominasi kawasan selatan Sidoarjo yang basis massanya di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU).

"Kawasan selatan itu juga sedang sibuk diperebutkan. Hanya saja kawasan selatan, dan barat itu kan penduduk asli. Nah penduduk asli itu punya ikatan kultural dengan ke NU-an yang kuat dan Sidoarjo itu kan NU-nya luar biasa," jelasnya.

Ia juga menambahkan, kemenangan BHS lebih unggul di kawasan urban atau kawasan utara Sidoarjo yang kepadatan penduduknya paling tinggi di Kabupaten Sidoarjo.

"Nah, kalau di zoom lagi ke yang lebih kecil lagi itu kunci nya ada di Wage. Kenapa Wage? Karena jumlah penduduk di Taman itu ada di Wage dan jumlah penduduk urban itu juga ada di Wage. Jadi Wage itu hampir 14.000 kalau nggak keliru. Nah pertarungannya itu sebenarnya ada di situ," tambahnya.

Saat ditanya tentang paslon  Kelana Aprilianto - Dwi Astutik nomor urut 3, dia menyebut bahwa suaranya tidak terlalu signifikan.

"Kalau harapannya sebenarnya ada di 1 dan 2 sebenarnya, nah no 3 itu ada, tapi tidak terlalu signifikan," tandasnya.

Reporter: M Niam

Berita Terkait