Sekda Bondowoso Pastikan Prioritas Infrastruktur dan Pendidikan Tetap Jalan Meski Anggaran Dipangkas
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Sekretaris Daerah (Sekda) Bondowoso, Fathur Rozi, menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso tetap berkomitmen menjaga prioritas pembangunan, terutama infrastruktur dan pendidikan, meskipun terjadi pengurangan belanja dalam Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) 2025.
Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Penghematan itu, kata Fathur, merupakan tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran. Kebijakan ini telah diakomodasi sejak penjabaran APBD awal tahun dan kemudian kembali dimasukkan dalam P-APBD.
“Di awal tahun sudah ada Inpres No. 1/2025 tentang efisiensi. Itu kita lakukan dalam penjabaran APBD. Namun memang di PAK (Perubahan Anggaran Keuangan) ini juga harus kita masukkan, terutama dalam rangka merasionalisasi serta memenuhi hitungan Silpa. Tahun kemarin ada selisih yang cukup besar, sehingga otomatis terjadi pengurangan belanja,” jelasnya, Jumat (19/9/2025).
Menurutnya, transfer dari pemerintah pusat ke daerah juga ikut mengalami pemangkasan signifikan. Misalnya Dana Alokasi Umum (DAU) bidang Pekerjaan Umum (PU) dan irigasi yang dipotong hingga Rp65 miliar.
“Termasuk anggaran infrastruktur jalan sekitar Rp61 miliar yang ditarik karena tidak ada transfer. Tapi meski demikian, pemerintah daerah tetap mengikhtiarkan sebisa mungkin agar prioritas pembangunan, terutama infrastruktur, tetap berjalan. Tentu dengan menyesuaikan kemampuan fiskal daerah yang kita miliki,” tegasnya.
Baca Juga: Abdul Mu’ti: Pendidikan Tak Boleh Hanya Cetak Orang Pintar, Tapi Khalifah yang Memakmurkan Bumi
Sementara untuk sektor pendidikan, Fathur memastikan tidak ada pengurangan karena anggarannya bersumber dari DAU peruntukan (earmark) yang dialokasikan secara khusus.
“Kalau untuk Dinas Pendidikan sebenarnya tidak ada persoalan, tidak ada pengurangan. Karena ada yang namanya DAU earmark, jadi on the track.
Tapi kenapa masih banyak sekolah yang rusak? Ya memang tingkat kerusakan satuan pendidikan hari ini cukup besar. Proses perbaikan dan rehabilitasi dilakukan secara bertahap, menyesuaikan kemampuan anggaran,” ungkapnya.
Baca Juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB
Meski demikian, Sekda mengaku belum bisa menyampaikan detail besaran anggaran untuk pendidikan. “Data teknisnya bisa diminta langsung ke Dinas Pendidikan,” tambahnya.
Dengan keterbatasan fiskal yang ada, Pemkab Bondowoso menekankan tetap memprioritaskan pembangunan infrastruktur dasar seperti jalan dan irigasi serta memperhatikan sektor pendidikan, meski pelaksanaannya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah. (ries/mmt)
Editor : Miftahul Rachman