Pemprov Jatim Genjot Integritas ASN, Inspektorat Diminta Jadi Garda Antikorupsi

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono
Sekdaprov Jatim Adhy Karyono

Surabaya, JatimUPdate.id — Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menguatkan barisan antikorupsi melalui sosialisasi nilai integritas bagi aparatur sipil negara (ASN). Kegiatan ini menyasar pejabat eselon II, III, kepala dinas, hingga mitra kerja pemerintah.

Sekdaprov Jatim Adhy Karyono menegaskan, capaian sistem birokrasi di Jawa Timur cukup positif. Melalui pendekatan MCSP (Monitoring, Controlling, Surveillance for Prevention), pada 2024 Jatim membukukan skor 94 persen. Namun, ia mengingatkan bahwa nilai integritas internal ASN masih perlu ditingkatkan.

“Birokrasi dan layanan publik kita sudah baik. Tapi integritas internal belum sekuat eksternal, karena kurangnya penyuluhan. Sosialisasi ini diharapkan mampu memperbaikinya,” ujar Adhy, Kamis (25/9).

Kepala Inspektorat Jatim Hendro Gunawan menambahkan, pencegahan korupsi harus dilakukan sejak dini dengan melibatkan semua pihak, termasuk masyarakat. “Dari awal kita sudah diberi pengingat. Partisipasi aktif seluruh stakeholder sangat menentukan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi A DPRD Jatim, Dedi Irwansyah, menekankan pentingnya peran Inspektorat sebagai garda terdepan. Menurutnya, kasus korupsi sering terjadi bukan karena kesengajaan, melainkan minimnya pemahaman regulasi.

“Setahun ini sudah tiga kali sosialisasi digelar. Ini penting untuk membangun budaya antikorupsi. Indeks survei integritas juga bisa jadi acuan pengawasan, agar program OPD lebih transparan dan akuntabel,” kata Dedi.(DPR)