BNPB: 9 Jenazah Ditemukan, 49 Korban Masih Dicari di Reruntuhan Ponpes Al Khoziny
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Kepala BNPB Letjen TNI Suhariyanto bersama jajaran TNI, Polri, dan pemerintah daerah menyampaikan perkembangan terbaru penanganan bencana runtuhnya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny, Buduran.
Dalam jumpa pers di Posko Tanggap Darurat, Sabtu (4/10/2025), Suhariyanto menyebut hingga Jumat malam (3/10), sebanyak 9 jenazah telah ditemukan.
Namun, seluruh jenazah tersebut masih dalam proses identifikasi oleh tim DVI Polri.
Proses ini diperkirakan memerlukan waktu beberapa hari karena sebagian besar korban adalah anak-anak yang belum memiliki KTP, sehingga rekam sidik jari tidak tersedia.
Identifikasi dengan metode visual juga terhambat karena jenazah sudah berada dalam reruntuhan selama beberapa hari.
"Metode DNA menjadi cara paling efektif saat ini," ujar Suhariyanto.
Ia menambahkan, hingga kini masih ada 49 korban yang dinyatakan hilang berdasarkan data keluarga dan laporan resmi.
Baca Juga: SMA Al Muslim Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Brand Audit Sampah Plastik
“Setelah korban terakhir ditemukan semalam, fokus kami adalah pembersihan material secara masif dengan alat berat di titik-titik yang diperkirakan ada korban,” jelasnya.
BNPB juga menegaskan pentingnya pemahaman keluarga korban terkait prosedur evakuasi dan identifikasi.
Mulai hari ini, keluarga diarahkan untuk menunggu di RS Bhayangkara yang telah menyiapkan ruang lebih representatif dengan logistik memadai.
“Langkah ini untuk memastikan keluarga bisa lebih tenang saat menunggu hasil identifikasi,” kata Suhariyanto.
Baca Juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku
Terkait jumlah korban, hingga saat ini tercatat ada 167 orang. Dari jumlah itu, 118 sudah ditemukan, dengan rincian 103 selamat, 2 selamat namun belum teridentifikasi, serta 67 meninggal dunia.
Dari 67 korban meninggal, 14 sudah ditemukan, 5 di antaranya teridentifikasi, sementara 9 lainnya masih menunggu proses identifikasi.
Suhariyanto menekankan bahwa operasi penyelamatan dilakukan secara maksimal, meski tetap ada kendala di lapangan.
“Kami terus evaluasi agar operasi berjalan lebih efektif. Mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat. Jangan sampai ada tindakan di luar prosedur karena itu bisa mengganggu proses pencarian,” tegasnya.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat