Kolaborasi UB dan Universitas Billfath, Batik Lamongan Siap Go Internasional
Lamongan, JatimUPdate.id, – Warisan budaya Lamongan, Batik Lamongan, kini bersiap melangkah ke panggung dunia.
Baca Juga: PT KAI Daop 7 Madiun Gelar Fashion Show Batik di Stasiun Kediri
Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Sehati Batik Global”, Universitas Brawijaya (UB) Malang berkolaborasi dengan Universitas Billfath Lamongan untuk memberdayakan perajin batik di Desa Sendangagung, Kecamatan Paciran.
Program yang diluncurkan di SMA Mazra’atul Ulum Paciran, Minggu (5/10/2025) ini mengusung pendekatan multidisiplin, mulai dari pengembangan ekosistem digital, keselamatan kerja, hingga edukasi bahasa Inggris berorientasi pasar global.
Plt. Rektor Universitas Billfath, Suprapto, M.Pd, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata tanggung jawab akademisi dalam menjalankan Tridharma Perguruan Tinggi.
“Tanggung jawab dosen bukan hanya mengajar, tapi juga meneliti dan mengabdi. Dosen dan mahasiswa harus menjadi agent of change," tegas Suprapto.
Sementara itu, K. Abdul Hamid Fattah, Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pondok Pesantren Al-Fattah Siman, mengingatkan pentingnya meneladani semangat tokoh penyebar Islam di Nusantara, seperti Maulana Malik Ibrahim, dalam membangun kemandirian ekonomi masyarakat.
“Beliau mendidik masyarakat mengembangkan tambak bandeng hingga ekonomi tumbuh luar biasa. Mahasiswa juga harus meneliti aspek historis dan spiritual Batik Lamongan,” pesannya.
Baca Juga: Ponpes Al Fattah Gelar Kirab Maulid Nabi bersamaan Pembukaan PKKMB Universitas Billfath
Dari sisi akademisi, Guru Besar Teknik Industri Fakultas Teknik UB, Prof. Dr. Ir. Qomariyatus Sholihah, yang juga alumni SMP Simanjaya Siman Lamongan, menyebutkan bahwa program ini bertujuan mengangkat Batik Lamongan menjadi merek global.
“Pasar internasional sebenarnya menginginkan batik dengan karakter tertentu. Batik Lamongan punya potensi besar, tapi belum banyak dikenal. Kita ingin menjadikannya brand internasional,” ujarnya.
Prof. Qomariyatus menjelaskan, program Sehati Batik Global melibatkan berbagai disiplin ilmu—mulai dari manajemen produksi, keselamatan kerja, hingga komunikasi lintas budaya.
“Kita ingin memastikan seluruh proses, dari bahan baku hingga produk akhir, aman dan berstandar global. Pembelajaran bahasa Inggris juga penting agar perajin siap menembus pasar dunia,” tambahnya.
Baca Juga: Penutupan KKN Universitas Billfath Lamongan: Kontribusi Nyata Mahasiswa di Masyarakat
Ia juga menekankan pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam proyek ini. Selain melatih kolaborasi lintas bidang, mahasiswa juga dapat mengembangkan ide penelitian sekaligus berwirausaha.
“Mahasiswa yang mampu membuka usaha batik sendiri berarti sudah menciptakan lapangan kerja, dan itu adalah ladang amal jariah,” kata Prof. Qomariyatus.
Kolaborasi UB dan Universitas Billfath ini mendapat dukungan dari berbagai pemangku kepentingan lokal. Sinergi tersebut diharapkan menjadi langkah strategis dalam memperkuat identitas budaya Lamongan sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah melalui Batik Lamongan di pasar global. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat