Armuji vs Selalu.id, Ini Komentar Pengamat Unesa

Reporter : -
Armuji vs Selalu.id, Ini Komentar Pengamat Unesa
Armuji, dok jatimupdate.id/ist

Surabaya,JatimUPdate.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni angkat suara terkait tudingan Wakil Walikota Surabaya Armuji yang menyebut pemberitaan Selalu.id kerap menyudutkan dirinya.

Harusnya kata Bimo, Armuji tidak terlalu reaksioner sebab jurnalis Selalu.id, Ade Resty cuma minta klarifikasi terkait kunjungannya ke Malang.

Baca Juga: Dosen Unesa: Sekda dari Luar NTB Bisa Jadi Kunci Netralitas dan Stabilitas Birokrasi

"Seharusnya Pak Armuji gak usah terlalu reaksioner ya, terkait klarifikasi upaya dari Mbak Ade selaku jurnalis selalu.id, ini untuk mengklarifikasi," tutur Bimo, saat dihubungi wartawan, Senin (20/10).

Bimo menekankan, jika Armuji menganggap kunjungannya ke Malang itu sesuai prosedur disampaikan secara santun.

Dari sudut pandang Bimo, klarifikasi yang diminta Ade Resty pastinya untuk keseimbangan pemberitaan 

"Kalau misalkan memang beliaunya merasa benar, seharusnya ucapkan dengan baik, sampaikan memang sudah sesuai dengan prosedur. Menurut saya Mbak Ade selaku jurnalis juga cukup berimbang ya, dia kan mencoba mengkonfirmasi dan juga mengklarifikasi, itu kan tugas dari pers ya." urai Bimo.

Baca Juga: Kos-kosan Harus di Jalan Raya, Pengamat: Ekonomi Lokal Senjang, Pengusaha Kecil Termarjinalkan 

Bimo menambahkan, pejabat publik seperti Armuji tidak anti kritik. Sebab sudah lumrah seorang pejabat kiprahnya disorot.

Apalagi lanjut Bimo, itu terkait perjalanan dinas yang menantik kecurigaan publik.

"Menurut saya pejabat publik seperti Pak Armuji bisa untuk dikritik dan juga divalidasi apakah memang benar beliau melakukan perjalanan ke Malang? Ataupun melakukan dinas keluar dan lain-lain. Apa ada aturan yang dilanggar atau tidak itu kan hanya sekedar untuk memvalidasi saja." beber Bimo.

Baca Juga: Pengamat Ingatkan Pemkot: Abai Situs Sejarah Lemahkan Identitas Kota Pahlawan

Menurut Bimo, tudingan Armuji ke selalu.id di depan publik merupakan langkah yang kuras pas.

Sebaiknya, papar Bimo disampaikan secara bijak jika perjalanan ke Malang merupakan perjalanan dinas 

"Kalau misalkan memang Pak Armuji merasa dirinya benar, ya sampaikan dengan cara yang lebih santun, tidak terbawa secara reaksioner dan emosional, menurut saya kurang pas dalam konteks ruang publik ya," demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat