Musaffa’ Safril Dorong Pemuda Berani Melawan Arus Ketidakadilan

Reporter : -
Musaffa’ Safril Dorong Pemuda Berani Melawan Arus Ketidakadilan
Musaffa' Safril

Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Jawa Timur, Musaffa’ Safril, mengingatkan pentingnya menjaga semangat keberanian sebagai ruh utama Sumpah Pemuda. 

Menurutnya, Sumpah Pemuda bukan hanya dokumen sejarah, melainkan simbol keberanian generasi muda yang menolak tunduk pada ketakutan.

Baca Juga: Perkuat SDM Kader, Ansor Jatim Bahas Kerjasama Strategis dengan UPN

Musaffa’ mengatakan, di tengah derasnya arus globalisasi dan informasi digital, semangat kepemudaan harus dimaknai dengan keberanian berpikir dan bersikap merdeka. 

“Tahun 2025 memberi ruang refleksi. Apakah semangat kepemudaan kini masih menyala, atau telah padam di bawah gemerlap kenyamanan dan hiruk-pikuk popularitas digital?” kata Musaffa', Selasa (28/10).

Ia menganggap, nilai seorang aktivis pemuda diukur sejauh mana keberanian menyuarakan kebenaran.

Bahkan tegas dia, ketika harus melawan arus besar atau tembok kekuasaan. 

“Di zaman ketika kebenaran sering dibungkus narasi kekuasaan dan opini publik digiring algoritma, keberanian menjadi kemewahan terakhir seorang pemuda,” tegasnya.

Musaffa’ juga menyoroti fenomena generasi muda yang kerap terjebak dalam pencitraan dan popularitas semu. 

Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini: Medsos Bisa Jadi Musibah Sosial Jika Ukhuwah Kita Rapuh

Dari sudut pandangnya pemuda sejatinya tidak menunggu arah angin, tidak menjilat demi posisi, dan tidak menyembunyikan idealisme di bawah kekuasaan. 

“Kehormatan seorang pejuang justru lahir dari keberanian berdiri di atas kaki sendiri, meski rapuh dan sendirian,” katanya.

Refleksi Sumpah Pemuda, lanjut dia, bukan nostalgia sejarah, melainkan panggilan moral agar generasi muda tidak kehilangan keaslian dan keberaniannya. 

Ia menegaskan, perubahan tidak lahir dari kepatuhan semu, tapi dari keberanian menentang ketidakadilan.

Baca Juga: MDS Rijalul Ansor Gelar Upgrading di Ponpes Nurul Jadid Paiton

“Menjaga Indonesia berarti menjaga keberanian. Tanpa keberanian, cita-cita hanya tinggal wacana. Dan tanpa kejujuran, perjuangan kehilangan makna,” ujar Musaffa’.

Ia menambahkan, pemuda masa kini harus menjadi penuntun arah zaman, bukan cuma hanya jadi pengikut. 

“Kemewahan terakhir seorang pemuda bukan kekuasaan atau popularitas, tapi keberanian untuk tetap menjadi diri sendiri di tengah tekanan yang ingin membuatnya menyerah,” demikian Musaffa' Safril. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman