Prabowo Dorong Dana Korupsi CPO untuk Beasiswa Anak Cerdas

Reporter : -
Prabowo Dorong Dana Korupsi CPO untuk Beasiswa Anak Cerdas
Presiden Prabowo Subianto

 

Jakarta, JatimUPdate.id – Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/10), dengan fokus utama pada penguatan pendidikan bagi anak-anak berpotensi di Indonesia.

Baca Juga: Dana Desa dan KDMP: Polemik Baru di Tingkat Desa, Ketua Organisasi Desa Akan Gelar Rapat Bahas Kebijakan Baru

Dalam arahannya, Prabowo menginstruksikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk memanfaatkan dana hasil korupsi minyak sawit (CPO) senilai Rp13 triliun sebagai sumber pendanaan beasiswa penuh melalui Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Prabowo menegaskan pentingnya menjaring anak-anak dengan kecerdasan tinggi di seluruh Nusantara. Ia menyoroti bahwa sekitar 1% dari populasi Indonesia, atau sekitar 2,8 juta orang dari total 287 juta penduduk, memiliki IQ di atas 120.

Lebih jauh, Presiden menekankan bahwa banyak dari anak-anak berpotensi tersebut berasal dari latar belakang ekonomi kurang beruntung.

“Mereka adalah anak-anak orang bawah, orang miskin yang punya potensi luar biasa. Mesti dicari hingga ke desa-desa dan akan Pemerintah biayai penuh melalui beasiswa, agar meraka bisa terjamin pendidikannya,” ujarnya.

Demi menjangkau mereka, Prabowo meminta kolaborasi erat antara Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Menteri Sosial, Panglima TNI, dan Kapolri. Jaringan ormas dan yayasan juga diharapkan turut aktif dalam proses identifikasi dan pendampingan.

Baca Juga: Tahun 2026, Prabowo Targetkan Pembangunan 1.000 Desa Nelayan

Upaya ini diarahkan untuk memberikan beasiswa penuh kepada anak-anak berpotensi melalui LPDP, lembaga yang selama ini dikenal sebagai pengelola dana pendidikan nasional. “Kita akan mendidik mereka dengan beasiswa penuh,” kata Prabowo, menegaskan komitmen pemerintah dalam menyiapkan masa depan generasi penerus bangsa.

Yang menarik, sumber pendanaan program beasiswa ini berasal dari dana hasil penegakan hukum terhadap kasus korupsi minyak sawit. Presiden secara spesifik menyebutkan dana Rp13 triliun yang telah disita dan diserahkan oleh Jaksa Agung kepada Menteri Keuangan.

“Dana ini mungkin sebagian bisa kita taruh di LPDP untuk masa depan pendidikan,” ujarnya, menunjukkan langkah konkret memanfaatkan hasil korupsi untuk membiayai pendidikan anak bangsa.

Baca Juga: Kebijakan Baru Dana Desa 2026: Fokus Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

Selain itu, Prabowo juga menyebutkan adanya sumber dana lain dari efisiensi anggaran yang dapat mendukung program beasiswa ini.

Mendengar arahan tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa terlihat serius dan mencatat instruksi Presiden dengan seksama. Langkah ini menunjukkan sinergi antara cabang eksekutif dalam mewujudkan program pendidikan berkelanjutan dan inklusif.

Inisiatif Presiden Prabowo untuk memanfaatkan dana hasil korupsi minyak sawit sebagai sumber beasiswa penuh melalui LPDP merupakan langkah strategis dalam memperkuat ketahanan sumber daya manusia Indonesia. Dengan fokus pada anak-anak berpotensi dari berbagai latar belakang sosial, program ini berpotensi membuka akses pendidikan berkualitas lebih luas dan adil. l

Editor : Yoyok Ajar