Catatan Redaksi
Golkar Surabaya Pasang Kuda-kuda, Banteng dan Garuda Mulai Dibelah Arah Angin Politik
Surabaya,JatimUPdate.id - Ada yang sedang bergolak di Surabaya. Di tengah turbulensi politik pasca Pemilu, Partai Golkar Kota Surabaya mulai menegakkan kepala. Tidak lagi di posisi menunggu, tapi perlahan menata langkah menuju gelanggang utama.
Bukti paling nyata: dibukanya Rumah Aspirasi Partai Golkar Surabaya di Jalan Adityawarman. Rumah ini bukan hanya posko partai, melainkan simbol kesiapan mesin politik yang mulai hidup 24 jam.
Baca Juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”
Ada petugas piket, ada sistem aduan digital, dan yang menarik, dalam sehari disebut bisa menerima hingga 20 keluhan masyarakat yang langsung ditindaklanjuti.
Golkar tampaknya ingin menunjukkan, mereka tidak hanya hadir menjelang pemilu, tapi siap menjadi tempat warga bersandar setiap saat.
Langkah ini mengirim pesan politik yang keras: Golkar Surabaya mulai pasang kuda-kuda, dan siap menyeruduk Banteng maupun Garuda.
Regenerasi juga sudah terbukti berhasil. Kursi DPRD Surabaya dari Golkar kini banyak diisi oleh kader muda.
Ini sinyal Golkar tidak hanya menumpuk nama besar, tetapi menyiapkan tenaga baru yang lebih dekat dengan publik urban.
Mereka bergerak cepat, aktif turun ke lapangan, dan perlahan menancapkan akar di bawah rindangnya pohon beringin.
Di balik itu, ada sosok Arif Fathoni, yang belakangan kembali banyak dibicarakan. Mantan Ketua DPD Golkar Surabaya ini bukan pemain baru di gelanggang politik kota.
Baca Juga: Bantah Bukan Karena Lalai, Bahtiyar Atribut Gerindra di Surabaya Dicopot Hari Ini
Jejaknya di dunia aktivis kampus dan komunitas sosial membuatnya mudah diterima lintas kalangan.
Dengan tagline “Politik medan pengabdian”, Fathoni tampak sedang menghidupkan kembali semangat politik kerakyatan di tubuh Golkar. Bahkan bukan tidak mungkin, dialah yang disiapkan untuk menjadi wajah baru Golkar di Pilkada mendatang.
Namun menariknya, saat Golkar menyiapkan serangan halus, Gerindra justru seperti kehilangan momentum. Euforia penambahan kursi di DPRD rupanya membuat mereka larut dalam kepuasan sesaat.
Padahal, di tengah situasi PDIP yang baru saja dilanda ganasnya konflik internal, Gerindra semestinya punya ruang besar untuk bermanuver. Tapi hingga kini, pergerakan partai besutan Prabowo itu di Surabaya masih terasa dingin.
Baca Juga: Aroma 2029 di Surabaya: Armuji, Kandang Banteng, dan Manuver Dini Kekuasaan
Sementara PDIP Surabaya tengah menghadapi ujian berat akibat konflik antar faksi lama yang kemarin mencuat. Hal ini memperlihatkan konsolidasi di internal partai pemenang pemilu itu belum benar-benar solid.
Pertanyaannya, apakah PDIP masih akan sibuk bertarung dengan bayangan sendiri, sementara kompetitornya sudah menyiapkan skenario kemenangan lebih awal?
Satu hal yang jelas, suhu politik Surabaya mulai naik. Golkar sudah menyalakan mesin, Gerindra masih memoles kaca spion, sementara PDIP sibuk membenahi kemudi yang retak.
Sedangkan yang paling siap membaca arah angin, dialah yang akan menguasai jalan menuju Balai Kota.
Editor : Yuris. T. Hidayat