Harga Telor Meroket, Pimpinan DPRD Sayangkan Anggaran Operasi Pasar Dipangkas

oleh : -
Harga Telor Meroket, Pimpinan DPRD Sayangkan Anggaran Operasi Pasar Dipangkas
AH Thony Foto:Roy

Jatimupdate.id - Wakil Ketua  DPRD Kota Surabaya AH Thony mendesak pemerintah campur tangan terkait kenaikan harga telor.

Ia menekankan, pemerintah bergerak cepat cari tahu apa penyebabnya. Bila kenaikan telor dipicu karena permainan tengkulak atau pemain pasar. Menurutnya penting dilakukan operasi pasar.

"Kita habis digoncang kenaikan minyak goreng, sekarang telur. situasinya masyarakat sudah mulai resah. ini kan menunjukkan ketahanan ekonomi masyarakat rapuh, padahal masih bisa di cover lauk-lauk yang lain." beber Thony.

Thony mengaku khawatir, dengan harga bahan pokok yang mengalami fluktuatif. Sebab, anggaran operasi pasar pada PAK (perubahan anggaran keuangan) ABD Perubahan Surabaya diturunkan atau dipangkas.

Maka ia mendesak agar Komisi di DPRD mengkajinya secara cermat. "Kenaikan telur di masyarakat dianggap sebagai satu hal penting dan utama. Maka harganya harus terjangkau." imbau Thony.

"Apa sebetulnya yang melatarbelakangi penurunan anggaran dari 812 juta menjadi 732 juta, terkoreksi 79 juta. Ini angka yang lumayan untuk memantau terhadap stabilisasi harga pokok pangan masyarakat di pasar." urai politisi senior tersebut.

Terlebih, kata Thony legislator Partai Gerindra ini, sekarang sudah Agustus akhir. Kemudian akan memasuki Desember 2022 - Januari 2023. Momen ini, urai Thony.  Biasanya dimanfaatkan tengkulak memainkan harga.

Kemudian supply demand yang memang jadi variabel menentukan untuk kenaikan. "Kami minta benar-benar di dalami dan koreksi oleh Komisi DPRD KUA-PPAS ini, seperti apa motivasi dan tujuan daripada pemerintah kota." demikian ketus Thony. (roy)