Dukung Program Ketahanan Pangan di Lapas, AMI; Langkah Strategis Berdayakan Warga Binaan
Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Aliansi Madura Indonesia (AMI) Baihaki Akbar mendukung Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (DirjenPas) Jawa Timur menjalankan program ketahanan pangan di seluruh lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).
Baihaki menganggap program tersebut salah satu langkah strategis mewujudkan kemandirian pangan sekaligus memberdayakan warga binaan.
Baca Juga: Kemenkop–Kemenimipas Garap Koperasi Lapas, 280 Ribu Warga Binaan Disiapkan Mandiri
Selain itu beber Baihaki program ini dapat memberikan manfaat bagi warga binaan dan institusi pemasyarakatan.
“Ini langkah yang visioner dan berdampak nyata. Warga binaan terlibat langsung dalam produksi pangan sehingga memperoleh keterampilan baru, pengalaman kerja, dan rasa percaya diri. AMI memandang ini sebagai praktik baik yang harus terus diperluas,” jelas Baihaki, Selasa (18/11)
AMI juga menilai hasil produksi pangan dari lapas dan rutan berpotensi menjadi bagian dari rantai pasok pangan daerah.
“Pemasyarakatan tidak hanya menjadi tempat pembinaan, tetapi bisa menjadi pusat produksi yang memberi nilai bagi masyarakat. Inisiatif seperti ini sangat layak mendapat dukungan publik,” tambah Ketum AMI.
Kakanwil DirjenPas Jatim, Kadiyono, menyatakan pemanfaatan lahan di lapas/rutan merupakan bagian penting dalam mewujudkan swasembada pangan.
"Lahan yang dimiliki lapas dan rutan harus dimanfaatkan secara maksimal untuk mendukung swasembada dan ketahanan pangan nasional. Pemasyarakatan punya potensi besar, dan potensi itu harus dibangun bersama," ujar Kadiyono.
Baca Juga: Catatan Ihwal Pengumuman Swasembada Pangan
Ia menyebut salah satu program unggulan yang mendapat perhatian khusus adalah kawasan SAE Ngajum di Lapas Kelas I Malang.
"SAE Ngajum akan kita jadikan pusat ketahanan pangan Pemasyarakatan se-Jawa Timur. Dari sini, inovasi dan model pemberdayaan bisa berkembang untuk seluruh UPT," ungkapnya.
Editor : Yuris. T. Hidayat