Golkar dan Gerindra Mulai Bermanuver, Pengamat Ingatkan PDIP Dampak Ganasnya Konflik Internal 

Reporter : -
Golkar dan Gerindra Mulai Bermanuver, Pengamat Ingatkan PDIP Dampak Ganasnya Konflik Internal 
PDI Perjuangan, dok istimewa

Surabaya,JatimUPDATE.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Ken Bimo Sultoni, menyebut Rumah Aspirasi Golkar Surabaya dan Retret Kader Partai Gerindra Surabaya menunjukkan kontestasi politik di kota Pahlawan mulai memanas. 

Selian itu kata Bimo, manuver kedua partai tersebut juga memanaskan nuansa politik di Jawa Timur.

Baca Juga: Isyaratkan Bersedia Jabat Ketua DPRD Surabaya, Syaifuddin Zuhri: Kader Harus Siap Perintah Partai

"Nah jika kita lihat bersamaan dua manuver ini menandai kontestasi politik di Surabaya dan Jawa Timur ini mulai memanas jauh sebelum masa kampanye resmi," tutur Bimo kepada Jatimupdate, Minggu (23/11).

Bimo menjabarkan, melalui Rumah Aspirasi Golkar ingin memainkan momentum lebih dini. Sedangkan retret, Gerindra untuk menyolidkan kekuatan kader berbasis data.

Menurutnya, langkah cerdik kedua partai ini karena melihat internal PDI Perjuangan yang masih terkoyak ganasnya konflik antar faksi lama.

Sehingga dijadikan momentum untuk melakukan tes ombak sekaligus menganalisa peta akar rumput untuk lumbung suara.

"Nah Golkar berupaya menciptakan momentum, sementara Gerindra itu menyiapkan fondasinya," papar Bimo

Baca Juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”

"Keduanya itu berusaha mengisi ruang yang sebenarnya bukannya ditinggalkan oleh PDIP karena adanya konflik di internal, akan tetapi mereka mencoba untuk membuat suatu peluang ini untuk bisa mereka kembangkan," urai Bimo.

Bimo mengungkapkan manuver kedua partai tersebut akan menimbulkan persaingan yang sangat sengit. 

Pun berpotensi terjadinya realignment kekuatan politik menjelang pemilu yang akan mendatang.

"Manuver ini akan menghasilkan pertarungan yang akan lebih kompetitif nanti, dan mungkin saja bisa lebih kompleks di tingkat lokal, sekaligus membuka peluang terjadinya realignment kekuatan politik menjelang pemilihan," beber Bimo.

Baca Juga: Dosen Unesa: Sekda dari Luar NTB Bisa Jadi Kunci Netralitas dan Stabilitas Birokrasi

Maka dari itu, Bimo mengingatkan PDIP Perjuangan harus berbenah, tidak larut dalam konflik internal utamanya faksi lama.

Pasalnya, papar Bimo peluang Golkar maupun Gerindra untuk menggeser PDI Perjuangan sebagai partai dominan tidaklah mustahil.

"Jadi PDIP selaku partai dominan di Surabaya mulai berhati-hati juga mewaspadai apa yang akan dilakukan oleh Golkar dan Gerindra. Jika tidak mampu menyelesaikan konflik internal bukan tidak mungkin Golkar ataupun Gerindra mengambil posisi yang lebih lead dibandingkan PDIP sebagaipartai mayoritas di kota Surabaya," demikian Ken Bimo Sultoni. (RoY) 

Editor : Yuris. T. Hidayat