PPSDS Jatim Relokasi RPH Pegirian Tak Boleh Dikendalikan Kepentingan Lahan
Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Paguyuban Pedagang Sapi dan Daging Segar Jawa Timur (PPSDS Jatim), Muthowif, menegaskan penolakan mitra jagal terhadap rencana relokasi Rumah Potong Hewan (RPH) Pegirian ke Tambak Oso Wilangun bukan sesuatu yang berlebihan.
Ia juga mengingatkan agar pemindahan RPH Pegirian tidak didorong kepentingan pihak tertentu yang ingin menguasai lahan strategis di kawasan tersebut.
Baca Juga: Temui Massa Mitra Jagal, Saifuddin Keberpihakan DPRD Harga Mati untuk Rakyat
“Tapi kalau perencanaan perpindahan hanya kepentingan seseorang yang mempunyai keinginan menguasai lahan RPH Pegirian yang sangat strategis, maka perpindahan aktivitas pemotongan sapi tidak perlu dilakukan,” kata Muthowif, Rabu (10/12).
Menurutnya, relokasi harus dilihat dari perspektif tata ruang. Jika pemindahan aktivitas pemotongan dari Pegirian ke TOW sudah sesuai RTRW Kota Surabaya, Pemkot dinilai perlu menunjukkan ketegasan.
“Kalau memang bagian dari penataan tata ruang, Pemkot harus memberi kepastian. Jangan ragu,” tegasnya.
Baca Juga: Mitra Jagal Kembali Geruduk DPRD Surabaya, Teriak Boikot
Terkait aksi walk out para jagal dalam RDP bersama Komisi B DPRD Surabaya, Selasa (9/12), Muthowif menyebut hal itu sebagai dinamika demokrasi dan bentuk keterlibatan masyarakat dalam pembangunan Kota Pahlawan.
“Wajar dan manusiawi kalau mereka menolak. Mereka punya rumah, sistem sosial, dan sistem ekonomi yang sudah terbentuk di sekitar RPH. Jadi reaksi itu bukan hal aneh,” ujarnya.
Baca Juga: Fathoni Dorong RPH Lakukan Dialog dengan Mitra Jagal
Ia juga menyoroti momentum akhir tahun yang lazim diikuti kenaikan permintaan dan harga daging. Menurutnya, Pemkot harus sigap mengantisipasi potensi gejolak tersebut.
“Kebutuhan daging biasanya naik menjelang Natal, Tahun Baru, dan Ramadan. Pemkot harus mengantisipasi sejak sekarang,” demikian Muthowif. (RoY)
Editor : Yuris. T. Hidayat