Sulap Sampah Jadi Cuan, TPS 3R Sekar Manfaat Lamongan Panen Melon Premium Beromzet Belasan Juta

Reporter : -
Sulap Sampah Jadi Cuan, TPS 3R Sekar Manfaat Lamongan Panen Melon Premium Beromzet Belasan Juta
Wisatawan berkunjung di wisata petik melon yang digelar pada (06/01/2026) hingga (07/01/2026), Kawasan Agrowisata Desa Sekaran, Lamongan.

 

Sekaran, Lamongan, JatimUpdate.id - Pemerintah Desa Sekaran, Kecamatan Sekaran, Kabupaten Lamongan, berhasil membuktikan bahwa Dana Desa bisa menjadi motor penggerak ekonomi kreatif jika dikelola dengan inovasi yang tepat.

Baca Juga: Tahun 2026, Prabowo Targetkan Pembangunan 1.000 Desa Nelayan

Melalui integrasi pengelolaan sampah dan pertanian modern, unit TPS 3R "Sekar Manfaat" sukses memanen melon premium dengan omzet mencapai belasan juta.

Langkah cerdas ini menjadi bagian dari program Ketahanan Pangan Desa Sekaran.

Bukan sekadar menanam, desa ini membangun ekosistem greenhouse yang terintegrasi langsung dengan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) "Sekar Manfaat".

Sinergi Sampah dan Green House

Keberadaan TPS 3R menjadi supporting system utama dalam penyediaan pupuk organik berkualitas. Hasil pengolahan sampah desa tersebut digunakan untuk menutrisi tanaman melon, sehingga menghasilkan buah yang lebih sehat, ramah lingkungan, dan menekan biaya produksi secara signifikan.

Pengelolaan program strategis ini dilakukan secara kolaboratif oleh BUMDes Sekar Sejahtera dengan dukungan penuh dari Pokdarwis Sekaran sebagai motor penggerak wisata edukasi di desa tersebut.

Primadona di Agenda 'Open Farm'

Baca Juga: Kebijakan Baru Dana Desa 2026: Fokus Pengembangan Koperasi Desa Merah Putih

Dalalm kegiatan Open Farm wisata petik melon yang digelar pada (06/01/2026) hingga (07/01/2026), pengelola memamerkan dua varietas melon unggulan yang langsung menjadi buruan pengunjung:

- Melon Sweet Hami: Dikenal dengan tekstur yang sangat renyah dan tingkat kemanisan (Brix) yang tinggi.
- Melon Lavender: Menonjol dengan aroma wangi yang khas dan tampilan daging buah premium.

Meski dibanderol dengan harga Rp. 25.000 per kilogram, para pengunjung menilai harga tersebut sangat sebanding dengan kualitas melon hasil greenhouse yang terjaga kebersihan dan nutrisinya.

Dongkrak PADes Melalui Kemandirian

Antusiasme masyarakat terbukti luar biasa. Hanya dalam waktu singkat, total hasil panen seberat 600 kilogram ludes terjual. Dari hasil petik langsung tersebut, unit usaha ini berhasil mengantongi pendapatan kotor sebesar Rp15.000.000.

Baca Juga: Peringati Milad ke-79, Kader dan Alumni HMI Lamongan Tanam Mangrove di Pantai Kandangsemangkon

Direktur BUMDes Sekar Sejahtera, Basuki Rahmad, menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan simbol kemandirian desa dalam mengelola anggaran negara.

"Keberhasilan ini membuktikan bahwa Dana Desa yang dialokasikan untuk ketahanan pangan, jika dikelola dengan integrasi lingkungan melalui TPS 3R, mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi Pendapatan Asli Desa (PADes)," ungkap Basuki.

Ia menambahkan bahwa Wisata Petik Melon ini bukan sekadar ajang jual beli buah, melainkan sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya pengelolaan sampah yang memiliki nilai ekonomis tinggi demi kesejahteraan masyarakat dan kelestarian alam.

Kini, Desa Sekaran mulai menjadi rujukan di Kabupaten Lamongan dalam hal pengelolaan sampah yang mampu bertransformasi menjadi pilar ketahanan pangan desa. (wb/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat