Keprihatinan Peristiwa Bunuh Diri Siswa YBS di Ngada, NTT
Cak Kusnan Demo Garingan 'tunggal', Prihatin Meninggalnya Siswa Ngada NTT
Surabaya, JatimUPdate.id - Dugaan bunuh diri seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur (NTT), berinisial YBS (10), yang disebut tak mampu membeli alat tulis, memantik aksi keprihatinan di Surabaya.
Seorang warga, Kusnan, menggelar aksi keprihatinan secara 'garingan' alias solo atau tunggal di depan Gedung Negara Grahadi, Selasa (10/2/2026).
Baca Juga: Mematahkan Mitos, Meneguhkan Peran Mahasiswa dalam Pergerakan
Dalam aksinya, ia membagikan buku dan alat tulis gratis kepada anak-anak sebagai simbol kepedulian terhadap akses pendidikan.
“Ini bentuk keprihatinan atas peristiwa kemanusiaan yang menimpa adik YBS di NTT,” ujar Kusnan di sela aksi 'garingan'
Kusnan menilai, kasus tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan akses dan kualitas pendidikan masih menjadi pekerjaan rumah.
Ia berharap aksi kecil yang dilakukan dapat mengetuk hati para pemangku kebijakan agar lebih serius memperhatikan kebutuhan dasar siswa.
"Jangan pernah main-main dengan dunia pendidikan jika masalah kemanusiaan serupa terjadi di Jatim dan Surabaya," tegas aktivis 98 ini.
Baca Juga: Jawa Timur Deklarasikan Gerakan Bersih Narkoba, Mendes PDT Ajak Awasi Desa Dari Peredaran Narkoba
Bahkan pria asli arek Suroboyo ini tidak segan melaporkan kepala dinas hingga Wali Kota maipun Gubernur jika terjadi di Kota Surabaya khususnya dan di Jatim pada umumnya.
"Ini bukan masalah kecil. Jangan sampai terjadi di Surabaya khususnya dan Jatim pada umumnya, saya tidak takut meski sendiri untuk mengajukan tuntutan dan melaporkan dari pucuk pimpinan Gubernur, Wali Kota hingga Bupati jika sampai masalah kemanusiaan serupa terjadi disini, " lanjut Kusnan.
Menurutnya, pendidikan seharusnya dapat diakses secara layak oleh seluruh anak Indonesia tanpa terkendala persoalan ekonomi.
“Jangan sampai ada lagi anak yang kehilangan harapan hanya karena keterbatasan,” tegasnya.
Baca Juga: Menjahit Teori dan Realitas: Sebuah Refleksi Pendidikan Kewirausahaan
Aksi berbagi alat tulis itu merupakan hasil donasi warga Surabaya yang peduli terhadap pendidikan.
Kusnan berharap solidaritas serupa dapat terus tumbuh, sekaligus mendorong evaluasi kebijakan agar kasus serupa tidak terulang.
Kasus meninggalnya YBS sendiri menjadi sorotan publik dan memicu diskusi lebih luas tentang pemerataan akses pendidikan, terutama di daerah. (roy/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat