Ramadan 1447 H/2026, Ponpes Al-Ishlah Bondowoso Tebar Berkah 4,5 Ton Kurma untuk Warga dan Masjid
Bondowoso, JatimUPdate.id – Momentum Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi dimanfaatkan Pondok Pesantren Al-Ishlah Bondowoso untuk kembali menebar keberkahan kepada masyarakat.
Baca Juga: Menjaga Ramadan, Merawat Kewarasan
Pada Rabu, (18/02/2026), pesantren ini membagikan sebanyak 448 kotak kurma atau sekitar 4,5 ton kepada warga, masjid, musala, pondok pesantren, hingga majelis taklim di berbagai wilayah Bondowoso.
Bantuan kurma tersebut merupakan sumbangan kaum muslimin dan muslimat Singapura, serta komunitas muslim Indonesia, dengan total 32 donatur yang berpartisipasi.
Pimpinan Ponpes Al-Ishlah, KH Thoha Yusuf Zakariya, menjelaskan setiap kotak berisi 10 kilogram, sehingga total keseluruhan mencapai 4.480 kilogram.
Jumlah tersebut menjadi yang terbanyak selama program ini berjalan dalam lima tahun terakhir. Pada 2025 lalu, kurma yang disalurkan tercatat sebanyak 350 kotak.
Di Ponpes Al-Ishlah sendiri, puasa Ramadan dimulai pada Rabu, 18 Februari 2026, karena pesantren menetapkan awal puasa lebih awal dibanding hasil sidang isbat pemerintah. Meski demikian, pembagian kurma tetap dilakukan untuk semua jamaah tanpa membedakan waktu mulai puasa, sebagai upaya menjaga ukhuwah Islamiyah.
“Awalnya kurma ini untuk kebutuhan santri. Namun karena jumlahnya sangat banyak, kami berbagi dengan masyarakat, masjid, musala, ponpes, dan majelis taklim. Ini adalah rezeki dari Allah yang diberikan kepada kita semua,” ujar KH Thoha.
KH Thoha merinci, kebutuhan internal pesantren selama Ramadan mencapai 220 kotak, meliputi 20 kotak untuk lima sekolah yang melaksanakan pesantren Ramadan di Al-Ishlah, 80 kotak untuk santri, 40 kotak untuk para ustaz, serta 80 kotak untuk kegiatan buka puasa bersama dan pengajian bulanan tafsir Jalalain.
Sementara itu, terdapat 353 pemohon dari berbagai lembaga dan kelompok masyarakat. Namun yang dapat terpenuhi sebanyak 273 pemohon.
“Semoga ke depan bisa lebih banyak lagi, sehingga semua yang mengajukan bisa mendapatkan,” tambahnya.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti: Dua Fungsi Pendidikan, Wariskan Nilai dan Siapkan Khalifah Masa Depan
KH Thoha menegaskan, pembagian kurma ini bukan sekadar bantuan pangan, melainkan ikhtiar menjaga persaudaraan umat Islam.
“Yang puasa sekarang kita beri, yang puasa besok juga kita beri. Kita tidak melihat perbedaan waktu puasa, karena semuanya saudara sesama muslim. Yang penting kita jaga ukhuwah Islamiyah, jangan sampai berselisih karena perbedaan awal puasa. Ponpes Al-Ishlah berdiri di attas dan untuk semua golongan,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar kurma tersebut benar-benar dibagikan kepada jamaah, bukan dikonsumsi sendiri atau diperjualbelikan.
“Kalau di masjid, bagikan ke jamaah masjid. Kalau di musala, bagikan ke jamaah musala. . Ini untuk berbagi kebahagiaan, agar saudara kita juga merasakan apa yang kita rasakan,” pesannya.
Salah satu penerima, Hasan, warga Tanah Wulan, Kecamatan Maesan, mengaku bersyukur atas bantuan tersebut.
“Terima kasih atas kebaikan ini. Semoga para donatur mendapat balasan yang lebih besar dari Allah. Kurma ini sangat berarti bagi kami,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Muhammad Kholil, pengurus masjid di Desa Sulek, Kecamatan Tlogosari. Ia menyebut bantuan kurma dari Ponpes Al-Ishlah telah diterimanya selama empat tahun terakhir.
“Alhamdulillah kami sangat senang dan bersyukur. Kurma ini akan kami bungkus kecil-kecil untuk dibagikan kepada jamaah setelah salat tarawih,” katanya.
Program pembagian kurma ini merupakan agenda tahunan yang konsisten dilaksanakan selama lima tahun terakhir dan terus mengalami peningkatan jumlah.
Bahkan, pesantren berencana melakukan pembagian tahap kedua menjelang akhir Ramadan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
“Yang terpenting adalah berbagi kebaikan dan keberkahan. Mudah-mudahan kebaikan ini masuk ke dalam hati kita dan menumbuhkan semangat untuk terus berbagi,” pungkas KH Thoha. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat