Wisata Religi

Kisah Kampung Qur’an Sudimoro: Ikhtiar Sosial dari Masjid untuk Warga

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Kawasan Kampung Al Quran, Sudimoro Kota Malang.
Kawasan Kampung Al Quran, Sudimoro Kota Malang.

 

Kota malang, JatimUPdate.id - Kampung Qur’an Sudimoro, sebuah gerakan sosial berbasis keagamaan, lahir dari keprihatinan akan kondisi sosial dan pendidikan warga di wilayah Sudimoro, Kota Malang.

Inisiatif ini digagas oleh sejumlah takmir masjid yang berada di RW 7 Mojolangu dan sebagian RW 6, dengan tujuan memperbaiki kualitas kehidupan masyarakat melalui pendekatan spiritual dan pendidikan.

Sekretaris Kampung Qur’an Sudimoro, Mulyani, menjelaskan bahwa gerakan ini bermula dari pertemuan rutin antar takmir masjid.

"Awalnya, ada sekitar lima hingga enam masjid yang sepakat untuk bergerak bersama setelah melihat kondisi warga yang memprihatinkan," ujar Mulyani pada Sabtu (21/2/2026).

Keprihatinan tersebut meliputi berbagai isu, seperti keterbatasan akses pendidikan dan kondisi ekonomi sebagian besar warga yang masih sulit.

"Banyak warga yang masih terpuruk secara ekonomi, sehingga pendidikan anak-anak mereka menjadi sulit terjangkau," lanjut Mulyani.

Yang menarik dari gerakan ini adalah kolaborasi lintas organisasi keagamaan. Takmir dari berbagai masjid yang berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, hingga Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) bersatu tanpa memandang perbedaan. Mereka sepakat untuk mencari solusi bersama demi kepentingan masyarakat Sudimoro.

Selain masalah ekonomi dan pendidikan, muncul pula kekhawatiran terhadap pengaruh negatif pergaulan anak-anak di wilayah tersebut.

"Di bagian utara Sudimoro, maraknya kafe dianggap menjadi ancaman bagi masa depan anak-anak," ungkap Mulyani.

Menurutnya, anak-anak usia SMP dan SMA banyak yang mulai keluyuran di malam hari dan terpengaruh oleh kebiasaan yang tidak sehat.

Melihat situasi ini, para takmir masjid memutuskan untuk mengambil langkah konkret dengan membentuk Kampung Qur’an sebagai bentuk ikhtiar bersama.

"Kami percaya bahwa ikhtiar ini, sekecil apa pun, akan membawa manfaat bagi warga," tambahnya.

Sebagai langkah awal, Kampung Qur’an Sudimoro menggelar kegiatan perdana mereka yang diberi nama ngaji on the street atau dikenal dengan istilah "ngaos".

Kegiatan ini berlangsung setiap Jumat pagi ba’da subuh, di mana warga berkumpul untuk membaca Al-Qur’an bersama di sepanjang Jalan Sudimoro.

"Ini adalah cara kami untuk membangun kebiasaan baik di tengah masyarakat, sekaligus mempererat silaturahmi," pungkas Mulyani.

Kegiatan ini disambut antusias oleh warga sekitar, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang berkomitmen untuk menjaga nilai-nilai religius di tengah tantangan zaman.

Kampung Qur’an Sudimoro menjadi contoh nyata bagaimana masjid dapat berperan aktif sebagai pusat solusi bagi masalah sosial.

Kolaborasi lintas organisasi keagamaan juga menjadi salah satu kunci keberhasilan inisiatif ini.

Dengan kegiatan seperti ngaos, warga tidak hanya mendapatkan penguatan spiritual, tetapi juga kesempatan untuk membangun solidaritas di tengah tantangan kehidupan modern.

Gerakan ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang, terutama bagi generasi muda, untuk menjauhkan mereka dari pengaruh buruk lingkungan dan membentuk karakter yang lebih baik.

Kampung Qur’an Sudimoro membuktikan bahwa dengan niat baik dan kerja sama, perubahan positif dapat dimulai dari langkah kecil di komunitas lokal. (dek/yh)