Optimalkan Program Makan Bergizi Gratis, Bupati Malang Siapkan Call Center 24 Jam 

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Bupati Malang Sanusi saat jumpa pers di Pendopo.
Bupati Malang Sanusi saat jumpa pers di Pendopo.

 

Malang, JatimUPdate.id - Bupati Malang, HM. Sanusi, menyoroti sejumlah kendala dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan di Kabupaten Malang.

Program ini bertujuan memberikan paket makanan bergizi kepada masyarakat penerima manfaat.

Namun, keluhan terkait ketidaksesuaian paket makanan menjadi perhatian utama pemerintah daerah.

Sanusi mengidentifikasi bahwa masalah utama terletak pada pola komunikasi antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), mitra kerja, dan penerima manfaat. Ia menyebutkan bahwa komunikasi yang kurang efektif memicu berbagai persoalan, termasuk terkait kualitas bahan baku yang disediakan oleh mitra penyelenggara.

"Masalah komunikasi ini harus segera diurai. Kepala SPPG harus menemukan kendala yang ada, baik dari internal maupun mitra penyedia bahan baku. Kami sudah melakukan dialog interaktif untuk mencari solusi," ujar Sanusi pada Jumat (27/2/2026).

Untuk mengatasi kendala tersebut, Sanusi memerintahkan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Penyelenggaraan Program MBG agar mendampingi SPPG yang menghadapi masalah komunikasi.

Pendampingan ini diharapkan dapat meminimalisir keluhan dan memastikan distribusi paket makanan berjalan sesuai standar.

Selain itu, pemerintah Kabupaten Malang akan meluncurkan layanan pengaduan berupa call center 24 jam.

Layanan ini bertujuan menampung keluhan masyarakat terkait penyelenggaraan program MBG, sekaligus memberikan solusi cepat atas permasalahan yang terjadi.

"Call center ini akan dibuat oleh Diskominfo bersama Satgas MBG. Masyarakat dapat mengadu kapan saja jika ada kendala, dan kami pastikan respons cepat," kata Sanusi.

Sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas, Sanusi juga meminta seluruh SPPG di Kabupaten Malang untuk meniru inovasi yang diterapkan oleh SPPG Tirtomoyo, Pakis, yang telah meraih predikat SPPG terbaik kedua di tingkat nasional.

Inovasi ini mencakup penggunaan aplikasi digital untuk menyusun menu yang sesuai dengan kebutuhan penerima manfaat.

"Kami akan meniru apa yang dilakukan SPPG Tirtomoyo. Mereka punya aplikasi yang mempermudah penyelenggaraan dan memastikan menu sesuai dengan kebutuhan masyarakat," tambah Sanusi.

Meski tengah menghadapi kendala, Program MBG tetap dilanjutkan selama bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Pemerintah akan mendistribusikan paket MBG dalam bentuk kering, sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Namun, penetapan jenis paket ini kerap menimbulkan perdebatan terkait rincian makanan dan minuman yang diterima.

Sanusi berharap dengan adanya pendampingan dan layanan pengaduan, distribusi selama Ramadan dapat berjalan lebih lancar.

Ia juga menegaskan bahwa program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk mendukung generasi masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.

Sanusi juga telah memerintahkan sejumlah kepala dinas di Kabupaten Malang untuk membantu pemenuhan kebutuhan bahan baku bagi SPPG yang mengalami kekurangan.

Beberapa dinas yang dilibatkan antara lain:
Dinas Ketahanan Pangan – Mahila Surya Dewi
Dinas Perikanan – Victor Sembiring
Dinas Kesehatan – drg. Wiyanto Wijoyo
Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan – Avicenna Medisica Saniputera

"Kerja sama ini penting untuk memastikan kelancaran program. Kami akan terus mendorong semua pihak untuk berkontribusi demi keberhasilan MBG," tegas Sanusi.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Malang merupakan upaya nyata pemerintah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Meski menghadapi sejumlah tantangan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus memperbaiki pelayanan melalui pendampingan, inovasi, dan kolaborasi lintas sektoral.

Dengan adanya call center 24 jam, inovasi berbasis teknologi, dan kerja sama antardinas, program ini diharapkan dapat berjalan lebih baik ke depannya. Sanusi menegaskan bahwa keberhasilan MBG adalah bagian dari upaya untuk mendukung visi bangsa yang lebih sehat dan unggul.

"Jika ada kendala, jangan ragu untuk melapor. Kami akan turun langsung jika diperlukan," tutup Sanusi. (dek/yh)