Pilkada Sidoarjo 2020

Debat Ke-3 BHS-Taufiq Ditantang Ngomong Pertanian, Sampai Over Semangat

oleh : -
Debat Ke-3 BHS-Taufiq Ditantang Ngomong Pertanian, Sampai Over Semangat

SIDOARJO - Sesisi Debat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Sidoarjo telah memasuki babak akhir.

Dalam debat terakhir itu pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dari nomor urut 1 Bambang Haryo Soekartono (BHS) dan Taufiqulbar ditantang berbicara soal pertanian

Agenda debat yang disiarkan langsung oleh salah satu stasiun TV lokal i News itu dimulai sejak pukul 19.00 Wib hingga berakhir pada pukul 21.00 Wib, Selasa (1/12/2020).

Dalam sesi tanya jawab, pasangan calon nomor urut 2 Muhdlor Ali dan Subandi melontarkan sebuah pertanyaan yang bertitik fokus pada salah satu program kerja BHS nantinya di sektor pertanian.

Pertanyaan itu mengarah pada langkah BHS dalam memajukan dan mengangkat derajat para petani di Kabupaten Sidoarjo dan juga meregenerasi para pemuda untuk memiliki ghiroh dalam menekuni bidang yang sama.

Mendapat pertanyaan itu, saking semangatnya, sontak membuat BHS langsung menjawab sebelum dipersilahkan oleh Moderator.

"Oh Maaf-maaf belum ya. Ya, jadi kami serius sekali tentang pertanian dimana hampir sebagian besar area pertanian kita paling banyak 1 kali panen dalam setahun, ini akan kita dorong agar bagaimana menggunakan metode yang bagus agar bisa 2 kali panen dalam setahun. Tentunya dengan memperbaiki pola pengairan untuk sawah-sawah petani," jawab BHS dalam sesi Tanya-Jawab itu.

Senada dengan hal itu, Taufiqulbar juga menambahkan bahwa dirinya nanti juga akan membuat sebuah laboratorium berjalan.

Dengan harapan pola pertanian petani di Kabupaten Sidoarjo bisa terukur keakurasiannya mulai dari tahap penanaman hingga pada masa panen.

"Kita buat laboratorium berjalan untuk petani mulai pembibitan hingga panen," tambah Taufiq.

Saat disinggung tentang pertanyaan lanjutan, regenerasi anak petani, BHS juga menyampaikan bahwa regenerasi merupakan prioritas kedua. Karena, jika prioritas derajat untuk mengangkat derajat petani tersebut bisa sukses, efek-efek dari non prioritas itu akan otomatis atau dengan sendiri mengikuti.

"Kalau petani sejahtera, karena keuntungan petani lebih dari 60 persen, mana ada bisnis yang keuntungannya sampai 60 persen? Nah, kita akan edukasi itu. Asal saprodinya bagus dan tata kelola airnya bagus," jelas BHS.

Lebih lanjut, ia juga mengatakan nantinya akan memasukkan program pembelaharan pertanian dalam aktifitas non formal dalam bangku pendidikan.

"Memberikan ekstrakulikuler dibidang pertanian dalam sekolah. Jadi bagaimana nantinya para petani-petani ini juga menjadi guru buat mereka," lanjutnya.

Kemudian, disambung dengan wakilnya Taufiqulbar bahwa nantinya akan berkoordinasi dengan DPRD Kabupaten Sidoarjo untuk membuat Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).

"Kita juga akan bentuk LP2B dengan Dewan," sahutnya.

Reporter: M. Niam