Komisi C Kupas Kesiapan Kualifikasi Piala AFC U-20 di GBT, Ini yang Disorot

oleh : -
Komisi C Kupas Kesiapan Kualifikasi Piala AFC U-20 di GBT, Ini yang Disorot
Agoeng Prasodjo dan Sukadar

Jatimupdate.id - Komisi C DPRD Kota Surabaya sidak ke Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), memastikan kesiapan penyelenggaraan kualifikasi piala AFC U-20.

Menurut Sekretaris Komisi C Agoeng Prasodjo, semarak penghelatan AFC U-20 tidak tampak sama sekali. Ia menilai, hal ini dipicu dinas terkait tidak bisa mengimbangi laju Walikota Eri Cahyadi, dalam memasarkan AFC di Kota Surabaya ini.

"(Surabaya) kan sebagai perwakilan Indonesia dikancah dunia, maka harus baik dalam menyongsong agenda tersebut," ujar Agoeng di ruang Komisi C.

Komisi C saat sidak kesiapan GBT Komisi C saat sidak kesiapan GBT

Saat sidak, tambah Agoeng, pihaknya tidak melihat umbul-umbul yang terpasang, dan ucapan selamat datang bagi timnas yang akan berlaga.

"Itu tidak ada sama sekali, tidak ada semarak." tegas Agoeng.

Padahal, kata Agoeng kalau bicara stakeholder atau ranahnya jadi satu. Yakni, pariwisata, pemuda dan olahraga. Lantas politisi Partai Golkar ini menanyakan, dimana peran pariwisatanya? Sedangkan besok Surabaya bakal jadi tuan rumah.

"Nilai jual Surabaya itu juga enggak ada? Jadi (jangan) memandang AFC hanya jangan sebagai sebatas main bola, jangan!" ketus Agoeng.

Tapi, urai Agoeng gelaran kualifikasi AFC bisa menghasilkan prekonomian, misalnya diikut sertakan UMKM, dengan mengasih lahan di sekitar stadion. Kota Pahlawan tegas dia, dapat menghadirkan, menyodorkan berbagai hal, dari segi ekonomi, transportasi dan  semaraknya penyambutannya.

"Harusnya, biar kelihatan semarak umbul-umbul dipasang, selamat datang kontingen, mulai dari sudut kota menuju GBT. Itu menunjukkan, Surabaya memang cukup siap sebagai tuan rumah." beber Agoeng

Kendati begitu, Agoeng mengakui, akses ke GBT dari jalur tol yang belakang cukup bagus. Namun sesalnya, begitu masuk ke lokasi Stadion biasa saja.

"Biasa saja." demikian ketus Agoeng.

Kesiapan penyelenggaraan kualifikasi Piala AFC U-20 perlu dimatangkan secara menyeluruh. Tidak hanya di dalam stadion Gelora Bung Tomo (GBT), tapi juga diluar stadion.

"Stadion oke, fasilitas yang ada di dalam stadion oke, tetapi di luar stadion itu enggak kalah penting." tegas Sukadar, Anggota Komisi C.

Dalam sidak Komisi C ke GBT kemarin, ungkap Sukadar, saat rombongan tiba di lokasi, masih ada bau sampah ketika turun dari mobil. Namun, yang paling utama bagi dia, bagaimana kesiapan pemkot menjual Kota Surabaya kepada internasional.

"H-1 ini, Kayakya posisi menjual Surabaya ke luar negeri ini, image itu enggak ada." ketus politisi PDI-P ini.

Harusnya, tambah Sukadar, pesan itu jauh-jauh hari dimatangkan, sebab pelaksanaan kualifikasi AFC U-20 merupakan momen sangat bagus, momen internasional, dan Surabaya bisa menunjukkan peduli dengan olahraga, utamanya sepakbola.

"Kami tidak melihat di sudut kota, tempat penginapan dari peserta AFC
maupun di bandara, sepanjang bandara sampai tempat penginapan. Kami tidak menemukan ucapan selamat datang sama sekali, Selamat datang kepada peserta AFC U-20," sergah Sukadar.

Lemahnya hal tersebut, dari sudut pandangnya, terletak pada dinas terkait, yang semestinya membikin semacam pasar, memasarkan ciri khas Surabaya. Sehingga menimbulkan kesan bagus, dan image Surabaya bisa dijual ke luar negeri.

"Maka, secara tidak langsung nanti negara yang akan bertanding di sini dengan kru nya. Mereka akan kembali ke kota Surabaya dan lepas dari pertandingan bola mereka akan datang lagi ke sini." Sukadar meyakini.

Minimal, tambah Sukadar ada pemasukan pajak dari tamu-tamu asing. Namun sesalnya, ini belum dipikirkan pemerintah kota. "Padahal ini pertandingan internasional, bagaimana menjual, memamerkan Kota Surabaya, kita pasarkan ke publik internasional." terang Sukadar.

Namun, ia menilai pesan dalam momentum bola ini belum tersampaikan, dan sangat disayangakannya. Mengingat Walikota Eri Cahyadi sudah berpesan atau untuk mengangkat sepakbola Surabaya, tapi dinas terkait belum nyambung.

"Belum nyambung pesan pak wali dengan dinas terkait, kalau ini nyambung. Saya yakin dinas sudah punya gagasan. Harapan kami di Komisi C, apa yang telah disampaikan pak wali bisa ditanggapi pesannya oleh masing-masing OPD." demikian keluh Sukadar.