Dampingi Mentan Inspeksi Gudang Bulog, FKP Unesa Apresiasi Capaian Swasembada Pangan
Sidoarjo, JatimUPdate.id - Fakultas Ketahanan Pangan (FKP) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) memberikan apresiasi atas capaian swasembada pangan yang ditunjukkan Kementerian Pertanian RI serta kinerja Perum Bulog, khususnya di Jawa Timur, dalam menjaga stabilitas stok beras nasional.
Dekan FKP Unesa, Prof. Dr. Nining Widyah Kusnanik, mengatakan bahwa berdasarkan data resmi yang dirilis Bulog, stok beras nasional mencapai sekitar 4,9 juta ton.
Keberhasilan menjaga ketersediaan beras merupakan indikator ketahanan pangan Indonesia yang semakin solid.
Menurutnya, capaian ini tidak lepas dari sinergi kebijakan pemerintah, peningkatan produksi petani, serta penguatan sistem distribusi dan cadangan pangan nasional.
Dengan capaian ini, Indonesia dinilai semakin siap menjaga stabilitas pangan nasional sekaligus memperkuat kedaulatan pangan di tengah tantangan global.
“Stok beras yang melimpah menunjukkan bahwa sistem pangan kita semakin resilien. Ini menjadi modal penting dalam menghadapi potensi gangguan iklim seperti El Niño,” ujarnya.
Wakil Dekan Bidang I FKP Unesa, Prof. Isnawati, saat mendampingi Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman dalam kegiatan Inspeksi di gudang Bulog Buduran, Sidoarjo, pada Minggu, (19/04/2026), menyoroti peran strategis Bulog Jawa Timur yang mampu menjaga ketersediaan stok beras di Jawa Timur hingga 1,2 juta ton, sementara beras yang tersimpan di Gudang Bulog se-Jawa Timur sebanyak 615.000 ton.
Angka ini dinilai sangat signifikan karena Jawa Timur merupakan salah satu lumbung pangan nasional.
“Kami rombongan dari FKP Unesa bersama Menteri Pertanian RI keliling Gudang Bulog Buduran Sidoarjo Jawa Timur terpantau stok melimpah. Hal ini menunjukkan kinerja Bulog Jatim sangat baik dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga. Ketersediaan stok yang kuat di daerah menjadi penyangga utama ketahanan pangan nasional,” jelasnya.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang II FKP Unesa, Dr. Ahmad Ajib Ridlwan, menekankan pentingnya penguatan inovasi di sektor pertanian sebagai langkah strategis menghadapi tantangan ke depan.
Ia mendorong pemanfaatan teknologi pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim, termasuk sistem irigasi cerdas, digitalisasi dalam manajemen produksi dan distribusi pangan, serta kolaborasi lintas sektor antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha pangan.
“Ketahanan pangan ke depan tidak hanya ditentukan oleh produksi, tetapi juga oleh kemampuan kita beradaptasi dengan perubahan iklim dan meningkatkan efisiensi rantai pasok, sedangkan kolaborasi yang kuat akan mempercepat lahirnya inovasi dan memastikan implementasinya tepat sasaran di lapangan,” pungkasnya.
Lebih lanjut, Koordinator Program Studi Agribisnis Digital FKP Unesa, Amirusholihin, M.Sc., menegaskan bahwa kesiapan stok beras dalam jumlah besar merupakan langkah antisipatif yang tepat dalam menghadapi potensi dampak El Niño yang dapat menurunkan produksi akibat kekeringan.
Menurutnya, penguatan cadangan pangan tidak hanya berfungsi sebagai buffer logistik, tetapi juga sebagai instrumen stabilisasi pasar.
“Dengan cadangan beras yang memadai, pemerintah memiliki ruang intervensi yang lebih kuat untuk menjaga stabilitas harga serta mencegah terjadinya kelangkaan di masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa dalam perspektif Agribisnis Digital, pengelolaan stok yang terintegrasi dengan sistem data dan monitoring real-time menjadi kunci dalam meningkatkan efektivitas distribusi dan respons terhadap dinamika pasar.
“Ke depan, pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen rantai pasok pangan perlu terus diperkuat agar ketahanan pangan tidak hanya bertumpu pada ketersediaan, tetapi juga pada kecepatan distribusi dan ketepatan kebijakan,” pungkasnya.
Dalam kesempatan ini pula Dosen dan Mahasiswa FKP Unesa menyampaikan ide dan gagasan kepada Menteri Pertanian soal pengembangan pangan fungsional Protein Sel Tunggal (PST) untuk menjawab tantangan pangan masa depan.
Sedangkan salah satu mahasiswa Prodi Agribisnis Digital FKP Unesa mengusulkan ide tentang digitalisasi pertanian agar Gen Z tertarik menekuni sektor pertanian. Ide tersebut langsung diterima dan diberikan hibah riset agar dapat diaplikasikan kepada masyarakat. (wb/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat