Rekrutmen Sekolah Rakyat Gunakan DTSEN, Wamensos Pastikan Tepat Sasaran untuk Keluarga Miskin

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Para siswa-siswi tengah menonton televisi.
Para siswa-siswi tengah menonton televisi.

 

Jakarta, JatimUPdate.id - Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono menegaskan bahwa perekrutan siswa Sekolah Rakyat tidak dilakukan melalui mekanisme pendaftaran umum, melainkan berbasis Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).

Menurut Agus, program Sekolah Rakyat merupakan salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin pada desil 1 dan desil 2.

Karena itu, sistem rekrutmen dirancang agar benar-benar menyasar kelompok yang paling membutuhkan.

"Sekolah Rakyat ini bukan berbasis pendaftaran, tetapi berbasis rekrutmen menggunakan data DTSEN, sehingga benar-benar menyasar mereka yang paling membutuhkan," kata Agus dalam keterangannya, Jumat (10/4/2026).

Agus menekankan pentingnya integrasi program berbasis data sebagai fondasi utama dalam memastikan seluruh intervensi sosial berjalan efektif dan tepat sasaran.

Lebih jauh dia juga meminta pemerintah daerah untuk aktif berkoordinasi jika menemukan kendala di lapangan.

"Kami ingin memastikan seluruh program sosial terintegrasi, tepat sasaran, dan berdampak nyata melalui penguatan koordinasi pusat dan daerah," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pemberdayaan Sosial Masyarakat Adrianus Ala menambahkan bahwa pemerintah pusat siap membantu daerah dalam proses rekrutmen Sekolah Rakyat.

Ia menyebutkan, pihaknya akan mendorong pembentukan kelompok masyarakat berbasis DTSEN agar program pemberdayaan lebih terarah.

"Kami akan mendorong pembentukan kelompok masyarakat berbasis DTSEN, sehingga intervensi pemberdayaan dapat lebih terarah dan menyasar desil 1 hingga 4," jelas Adrianus.

Adrianus juga menegaskan bahwa DTSEN menjadi instrumen penting dalam memperkuat program pemberdayaan masyarakat berbasis data.

Sebelumnya, Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul juga telah menyampaikan skema rekrutmen berbasis DTSEN dalam pertemuan dengan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Senin (6/4/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Teddy menyebut bahwa Mensos melaporkan perkembangan penyelenggaraan Sekolah Rakyat sekaligus penyaluran bantuan sosial yang kini semakin diarahkan agar tepat sasaran melalui penggunaan DTSEN.

"Selain itu, turut disampaikan perkembangan penyaluran bantuan sosial yang terus diupayakan semakin tepat sasaran dengan berpedoman pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)," ujar Teddy.(ih/yh)