Fedeer Suroboyo Diminta Operasi Awal Desember, Dishub Siapkan 3 Jalur

oleh : -
Fedeer Suroboyo Diminta Operasi Awal Desember, Dishub Siapkan 3 Jalur
Suroboyo Bus/net

Jatimupdate.id - Anggota Komisi C, William Wirakusuma mendesak feeder (angkutan pengumpan) untuk Suroboyo Bus segera beroperasi pada awal Desember 2022. Sebab, anggaran pengadaan operasionalnya sudah tercover.

"Apalagi sekarang BBM naik, supaya ini bisa mengurangi beban masyarakat," imbau legislator PSI tersebut.

William menjabarkan, dari 36 feeder yang akan dioperasionalkan, nantinya Dishub akan menyiapkan tiga jalur. Sekaligus, mendorong masyarakat mulai pindah ke transportasi umum.

"Sekarang dengan transportasi umum, juga bantu warga untuk mengurangi biaya transportasi mereka." tegasnya.

William meyakini, feeder akan diminati masyarakat walau masih banyak menggunakan roda dua. Mengingat fedeer pembayarannya mudah, bisa beli kartu e-money di toko swalayan dengan tarif Rp5.000 sekali naik.

"Harus yakin, utamanya yang sudah tua-tua, naik sepeda motor kan berbahaya juga. Makanya kita minta feeder cepat jalan supaya warga bisa menggunakan transportasi umum." bebernya.

Maka William menekankan, 3 jalur feeder, diminta masuk perumahan dan perkampungan. Karena untuk ke Suroboyo Bus, warga  harus ikut angkutan lain dulu, baik online bahkan  ada yang jalan kaki.

"Fedeer ini sudah siap, semua sudah ada anggarannya. Kemudian untuk beli unitnya sudah masuk di e-katalog, tinggal beli, tinggal pesan dan nanti kita minta fedeer mulai jalan Desember mendatang." demikian urai William

Kepala Dishub Kota Surabaya Tundjung Iswandaru mengatakan, pengadaan fedeer sesuai dengan penilaian tingkat dalam negeri (TKDN). "Kami sudah penuhi untuk syarat pengadaan unit itu. Kami juga menunggu penyedia jasa unit di e-katalog," kata Tundjung

Ia menjabarkan, Dishub telah memetakan 3 jalur fedeer, yang mana didasarkan pada demand penumpang dan kesiapan angkot di kawasan yang akan dijangkau. Di samping itu, pihaknya menargetkan 4 tahun ke depan feeder bisa berada di seluruh kawasan di Surabaya.

"Jadi angkot tetap berdampingan dengan feeder. Kalau sekarang kita atur dulu rutenya jangan sampai ada yang nyampluk (bertentangan) dengan rute lain,"terangnya.

Kendati persiapan tinggal beberapa bulan, ia optimis pengadaan unit fedeer bisa terealisasi, sebagai sarana penghubung transportasi warga Surabaya. Sementara, untuk 36 unit feeder dianggarkan Rp 27 Miliar dan crew feeder akan mempekerjakan sopir angkot.

"Tetap optimistis Desember bisa direalisasikan, dan untuk tenaga operasional kita rekrut dari pengemudi angkot. Kita utamakan mereka," demikian tegas Tundjung. (roy)