SMAN 4 Sidoarjo Lepas 471 Siswa Angkatan 30, Ukir Prestasi Gemilang Peringkat Kedua di Jatim, 112 Masuk PTN 

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Kepala SMAN 4 Sidoarjo Dr Karyanto sampaikan bangga atas 112 siswa tembus PTN lewat alur SNBP dan berharap yang mengikuti UTBK masuk perguruan tinggip saat pelepasan, Rabu di SMAN 4 Sidoarjo (13/5/2026)
Kepala SMAN 4 Sidoarjo Dr Karyanto sampaikan bangga atas 112 siswa tembus PTN lewat alur SNBP dan berharap yang mengikuti UTBK masuk perguruan tinggip saat pelepasan, Rabu di SMAN 4 Sidoarjo (13/5/2026)

 

​Sidoarjo, JatimUPdate.id  - Suasana haru sekaligus bangga menyelimuti prosesi pelepasan siswa- siswi Kelas XII Angkatan 30 SMAN 4 Sidoarjo tahun ajaran 2025/2026.

Sebanyak 471 siswa dinyatakan lulus dan bersiap melangkah ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi maupun dunia kerja.

​Acara yang terbagi dalam beberapa sesi ini menjadi momentum spesial bagi sekolah. Mengingat angkatan ini berhasil mencatatkan prestasi prestisius di tingkat provinsi.

​Kepala SMAN 4 Sidoarjo, Dr Karyanto dalam sambutannya menyampaikan rasa bangga atas capaian 112 siswa yang berhasil menembus Perguruan Tinggi Negeri (PTN) melalui jalur prestasi atau undangan (SNBP).​

Berdasarkan data kementerian, jumlah siswa yang diterima di PTN dari Jatimu merupakan terbanyak di Indonesia.

Dari jumlah itu, Sidoarjo menjadi kontributor terbesar dan SMAN 4 Sidoarjo menduduki peringkat kedua terbanyak di Jatim untuk jumlah siswa yang lolos jalur undangan.

​"Jalur undangan adalah jalur kepercayaan yang diberikan kepada sekolah-sekolah terbaik. Nama kalian kini tercatat, maka jagalah nama baik sekolah, orang tua dan diri sendiri di mana pun kalian berada," pesan Dr Karyanto.

​Selain itu, Karyanto juga memberikan semangat bagi siswa yang sedang berjuang di jalur SNBT maupun mandiri agar dapat diterima di PTN terbaik di Indonesia.

Pihaknya juga memberikan apresiasi bagi siswa yang sudah langsung terserap di dunia kerja.

"Semua tahapan telah dilalui selama tiga tahun di SMAN 4 Sidoarjo. Semoga menjadi pelajar dan mahasiswa yang berkarakter," ungkap Karyanto.

​Karyanto juga menekankan pentingnya menjaga karakter sebagai landasan ilmu pengetahuan, yaitu merumuskan empat pilar utama pendukung karakter yakni Ketuhanan, Keilmuan, Keindonesiaan dan Kemaslahatan.

​"Setinggi apa pun keterampilan kalian, kalau tidak memiliki karakter dan akhlak, maka tidak akan memiliki nilai.

Jaga kedisiplinan, sportifitas dan kejujuran agar ilmu yang kalian dapatkan menjadi barokah," ulas Karyanto.

Sementara ​Ketua Komite SMAN 4 Sidoarjo, HS Makin Rahmat memaknai prosesi pelepasan ini bukan sekadar pelepasan.

Melainkan, sebuah doa agar para siswa mampu melangkah lebih jauh.

Makin menyinggung konsep Aperto atau kebebasan berekspresi bagi generasi muda. Namun, tetap dalam koridor etika dan berestetika.

​"Kesuksesan kalian ke depan bergantung pada tiga ridho. Ridho Allah SWT, Ridho Orang Tua dan Ridho Guru. Jadilah pribadi yang saleh dan saleha, yang selalu mendoakan orang tua serta guru-guru kalian," papar HS Makin Rahmat.

​Makin juga berharap alumni angkatan ke-30 ini kelak menjadi pejabat dan tokoh penting di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.

"Catatannya harus tetap membawa marwah almamater SMAN 4 Sidoarjo dengan baik dan Istiqomah," jelas pengacara asal Sidoarjo ini.

Sementara mewakili teman-temanya siswa dan siswi Kelas XII, Nafira menyampaikan kesan pesan yang menyentuh.

Ia mengibaratkan tiga tahun di sekolah seperti melihat gulungan film yang berputar cepat.

​"Rasanya baru kemarin kita mencari ruang kelas dengan rasa kaku dan asing. Tanpa disadari, tiga tahun telah berlalu. Ini titik akhir sekaligus awal petualangan baru," ungkap Nafira. 

Nafira mengenang masa-masa persahabatan yang solid, momen jatuh bangun hingga canda tawa di saat jam kosong.

​"Terima kasih Bapak dan Ibu Guru. Pelajaran yang kami dapat bukan sekadar nilai di atas kertas, tapi karakter yang akan kami bawa selamanya," pungkasnya.

​Acara ditutup dengan pemberian penghargaan bagi 10 besar siswa terbaik berdasarkan transkrip ijazah, serta prosesi sakral pelepasan atribut sekolah sebagai tanda kemandirian siswa menuju gerbang perjuangan yang sesungguhnya. (rilis/ih/yh)