Rembuk Stunting 16 Desa Di Kecamatan Driyorejo : Momentum Merumuskan program Unggulan

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Kegiatan Rembuk Stunting di Kecamatan Driyorejo.
Kegiatan Rembuk Stunting di Kecamatan Driyorejo.


Driyorejo, Gresik, JatimUPdate.id - Kasus stunting masih menjadi tantangan bagi Pemerintah, khususnya pemerintah Desa.

Sebagai salah satu alternatif dalam rangka menekan angka stunting dilaksanakan rembuk stunting berdasarkan PP 72 Tahun 2021 tentang percepatan penurunan stunting dan Perbup Gresik Nomor 9 Tahun 2023.

Pelaksanaan rembuk stunting dalam rangka pencegahan konvergensi stunting dan penyusunan rencana kerja pemerintah desa tahun 2027 di laksanakan di 16 desa mulai tanggal 08 -22 juni 2027.

Rembuk stunting desa merupakan forum musyawarah antara pegiat pemberdayaan dan pelaku pembangunan desa untuk mebahas masalah kesehatan, khususnya percepatan penurunan stunting dengan menggunakan sumberdaya yang ada di desa. 

Peserta kegiatan ini di antaranya: Pemerintah Desa ( kepala desa dan perangkat desa), BPD, Perwakilan Rumah desa sehat ( RDS), Kader pembangunan manusia (KPM), Bidan Desa, TP PKK, Kader posyandu, Tenaga pendidik PAUD,  Kartar dan pegiat lainnya serta dari tenaga pendamping profesional ( PD & PLD).

Rembuk stunting di pandu oleh PLD dengan terlebih dahulu menjelaskan alur dan teknis diskusi kelompok, Yang terdiri 3 kelompok : 1. Posyandu. 2. PAUD dan 3. Komunitas/ keluarga.

Yang outputnya adalah : 1.  pemetaan layanan ( posyandu, puskesmas, pustu, polindes, poskesdes, PAUD, KAU, sekolah dll) data juga bisa di ambil dari EHDW (village score card).

2. Analisis akar masalah dalam pelaksanaan kegiatan percepatan penurunan stunting berdasarkan dari data data berbagai aplikasi/sumber).

3. Daftar program prioritas percepatan penurunan stunting untuk di masukkn ke dokumen Rkpdes 2027.

Perwakilan Kecamatan Driyorejo Mujiono, menyampaikan terima kasih kepada 16 desa yang melaksanakan rembuk stunting khususnya di desa driyorejo pada 09 Juni 2026, beliau juga menyampaikan bahwa di tengah efisiensi anggaran maka program harus di susun berdasarkan skala prioritas.

Koordinator Kecamatan TPP Driyorejo,  Rosif : Memberikan penjelasan bahwa urgensi konvergensi pencegahan stunting di desa serta mendorong program penurunan stunting berjalan maksimal maka diperlukan komitmen para pelaku utama stunting di desa dalam mejalankan tugas nya masing-masing.

Kepala Desa Driyorejo menyampaikan komitmennya untuk mendukung dari sisi kebijakan khususnya penganggaran dalam rangka pencegahan stunting di desa agar kedepan generasi emas akan tercapai .

Pewarta : Ilham ( TPP Kec Driyorejo). (rio/ya)