Gelar Dialog Kebangsaan: PAC PDIP Bulak Nyalakan Api Pemikiran Bung Karno di Era Digital
Surabaya,JatimUPdate.id - PAC PDIP Kecamatan Bulak Surabaya menggelar Dialog Kebangsaan bertajuk "Menggali Api Pemikiran Bung Karno untuk Kedaulatan Bangsa di Era Digital", di Taman Surabaya, pada Jum'at (19/6) malam.
Dialog kebangsaan merupakan rangkaian peringatan Bulan Bung Karno sebagai ruang refleksi, dialog, sekaligus penguatan semangat kebangsaan bagi kader partai, generasi muda, dan masyarakat.
Kegiatan dibuka Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya, Armuji. Ia menegaskan Bulan Bung Karno bukan hanya agenda seremonial.
Namun sebagai momentum menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada seluruh kader dan masyarakat.
"Tugas kita hari ini menerjemahkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk menghadapi perkembangan teknologi dan tantangan era digital tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia," kata Armuji.
Ketua PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak, Abdul Ghoni Mukhlas Ni'am, menyampaikan Dialog Kebangsaan untuk menghadirkan ruang pembelajaran politik yang sehat, dialogis, dan membangun kesadaran ideologis masyarakat, khususnya generasi muda.
"Dialog Kebangsaan ini merupakan ikhtiar PAC PDI Perjuangan Kecamatan Bulak untuk menghidupkan kembali api pemikiran Bung Karno agar tetap relevan di tengah perubahan zaman. Kami ingin masyarakat, khususnya generasi muda," kata Abdul Ghoni.
Abdul Ghoni menambahkan, generasi muda harus memahami bahwa nilai-nilai Pancasila, gotong royong, nasionalisme, serta semangat berdikari bukan hanya menjadi sejarah.
Akan tetapi tambah anggota Komisi D DPRD Surabaya tersebut menjadi pedoman dalam menghadapi tantangan era digital.
"Melalui forum ini kami berharap lahir generasi yang cerdas, kritis, berkarakter, dan tetap berpihak kepada kepentingan bangsa serta rakyat. Kehadiran tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi kepemudaan, organisasi keagamaan, dan para nelayan menjadi bukti bahwa semangat kebangsaan hanya dapat dibangun melalui kebersamaan seluruh elemen masyarakat," ungkap Abdul Ghoni.
Dialog Kebangsaan menghadirkan dua narasumber Ketua DPRD Kota Surabaya, Syaifuddin Zuhri, dan Rojil Nugroho Bayu Aji, Dosen Pendidikan Sejarah Universitas Negeri Surabaya (UNESA) sekaligus Wakil Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Surabaya
Syaifuddin menjelaskan DPRD memiliki fungsi strategis melalui legislasi, penganggaran, dan pengawasan untuk memastikan seluruh kebijakan daerah berpihak kepada kepentingan masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya pembentukan peraturan daerah yang mampu menjawab kebutuhan publik.
"Khususnya dalam bidang pendidikan, kepemudaan, kebudayaan, dan kesejahteraan sosial," tutur Syaifuddin.
Selain itu, ia menegaskan nilai-nilai Pancasila harus menjadi landasan utama dalam setiap proses penyusunan kebijakan daerah.
Sehingga kata Syaifuddin pembangunan mampu mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh masyarakat.
Menurutnya, tantangan di era digital menuntut DPRD untuk semakin adaptif dalam merespons perubahan sosial.
Pun memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah dan masyarakat untuk mewujudkan pembangunan yang inklusif.
"Berkeadilan, dan berkelanjutan," paparnya.
Sementara Rojil Nugroho mengajak peserta melihat kembali relevansi pemikiran Bung Karno dalam menghadapi tantangan bangsa saat ini.
Ia menjelaskan pemikiran Bung Karno tidak hanya relevan pada masa perjuangan kemerdekaan.
Namun juga menjadi pedoman penting dalam menghadapi tantangan bangsa di era digital.
Menurutnya, konsep kedaulatan bangsa kini tidak lagi dimaknai sebatas kedaulatan wilayah, melainkan juga mencakup kedaulatan informasi, budaya, ekonomi, dan teknologi.
"Penguatan nilai-nilai Pancasila, nasionalisme, serta moderasi dalam kehidupan berbangsa harus terus ditanamkan kepada generasi muda agar mampu menghadapi perkembangan teknologi tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia," urainya.
Rojil juga menekankan generasi muda harus menjadi pelaku perubahan yang memiliki karakter kuat, berideologi Pancasila.
"Serta menjunjung tinggi semangat nasionalisme," tegasnya.
Rojil menekankan perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan bangsa.
Selain itu meningkatkan literasi digital, membangun ruang publik yang sehat, bukan menjadi sarana penyebaran disinformasi maupun perpecahan.
"Di tengah derasnya arus globalisasi, semangat gotong royong dan berdikari sebagaimana diajarkan Bung Karno tetap menjadi fondasi utama dalam membangun Indonesia yang maju, berdaulat, dan berkepribadian," beber Rojil Nugroho. (*)
Editor : Yuris. T. Hidayat