Pastikan Transformasi Komprehensif, TPS Terus Tingkatkan Kapabilitas Human Capital

avatar Yuris. T. Hidayat
  • URL berhasil dicopy
Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko TPS, Sapto Wasono Soebagio, memberikan sambutan pada pelatihan Coaching & Mentoring di TPS (25-6)
Direktur Keuangan, SDM dan Manajemen Risiko TPS, Sapto Wasono Soebagio, memberikan sambutan pada pelatihan Coaching & Mentoring di TPS (25-6)

SURABAYA, JatimUPdate.id – PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) terus memperkuat kualitas sumber daya manusia melalui penyelenggaraan Workshop Coaching & Mentoring bagi Pegawai TPS Tahun 2026, yang berlangsung pada 24–25 Juni 2026 di Toba Meeting Room, Gedung Customer Service Lantai 2 TPS. Kegiatan ini diikuti oleh pegawai struktural mulai dari level Assistant Manager hingga Manager dari berbagai unit kerja di lingkungan TPS.

Workshop yang difasilitasi oleh Hearty Service Consulting ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk membangun kapabilitas kepemimpinan yang relevan dengan tuntutan bisnis modern, sekaligus mendukung agenda transformasi perusahaan yang berkelanjutan.
Coaching dan mentoring merupakan dua pendekatan pengembangan SDM yang saling melengkapi. Coaching berfokus pada proses menggali potensi, mendorong pemikiran kritis, dan membantu individu menemukan solusi secara mandiri melalui pertanyaan yang terstruktur.

Sementara itu, mentoring menitikberatkan pada berbagi pengalaman, wawasan, dan pembelajaran dari individu yang lebih berpengalaman untuk mendukung percepatan pengembangan kompetensi dan karier.

Melalui workshop ini, TPS ingin membangun para pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola pekerjaan dan mencapai target operasional, tetapi juga mampu menjadi fasilitator pembelajaran, pengembang talenta, serta role model bagi tim yang dipimpinnya.

Program ini dirancang untuk menghasilkan perubahan perilaku kepemimpinan yang nyata di lingkungan kerja. Sebelum pelatihan, para peserta umumnya menjalankan peran kepemimpinan dengan pendekatan yang lebih berorientasi pada instruksi, pengawasan, dan penyelesaian masalah secara langsung. 

Setelah pelatihan, para peserta diharapkan mampu membangun komunikasi yang lebih efektif dengan anggota tim, menggunakan teknik coaching untuk membantu bawahan menemukan solusi dan mengembangkan potensinya, menjadi mentor yang mampu membagikan pengalaman dan best practice secara sistematis, meningkatkan engagement serta kemandirian tim dalam bekerja, membangun budaya feedback yang positif dan konstruktif dan mengembangkan talenta internal secara lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Dengan demikian, keberhasilan seorang pemimpin tidak hanya diukur dari capaian kinerjanya sendiri, tetapi juga dari kemampuannya mengembangkan orang-orang di dalam timnya.

Bagi manajemen TPS, coaching dan mentoring merupakan investasi strategis untuk memastikan keberlanjutan organisasi melalui pengembangan kapabilitas pemimpin di seluruh lini.

Senior Manager SDM TPS, Wahyu Eko Yulianto, menyampaikan bahwa pengembangan kompetensi coaching dan mentoring menjadi kebutuhan penting di tengah dinamika bisnis yang semakin kompleks dan cepat berubah.
"Transformasi perusahaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, sistem, dan proses bisnis, tetapi juga oleh kualitas kepemimpinan di setiap level organisasi. 

Melalui workshop ini, kami berharap para pemimpin TPS mampu membangun budaya pembelajaran, kolaborasi, dan pengembangan talenta secara berkelanjutan sehingga organisasi menjadi semakin adaptif dan siap menghadapi tantangan masa depan," ujar Wahyu.

Dari perspektif fasilitator, coaching dan mentoring merupakan keterampilan kepemimpinan yang harus dipraktikkan secara konsisten dalam aktivitas sehari-hari, bukan hanya dipahami secara teoritis.

Melalui program ini, peserta dibekali berbagai metode dan studi kasus yang membantu mereka menerapkan teknik coaching dan mentoring dalam situasi kerja nyata, termasuk saat mengelola kinerja, menyelesaikan tantangan operasional, maupun mempersiapkan calon pemimpin masa depan.

Bagi peserta, workshop ini memberikan sudut pandang baru mengenai peran seorang pemimpin. Kepemimpinan tidak lagi dipahami sebatas memberikan arahan, melainkan juga menciptakan ruang belajar, memberdayakan tim, dan membantu anggota tim bertumbuh secara profesional.

Melalui praktik coaching dan mentoring, para peserta memperoleh keterampilan untuk membangun hubungan kerja yang lebih produktif, meningkatkan kepercayaan dalam tim, serta memperkuat kemampuan komunikasi dan pengambilan keputusan.

Pelaksanaan Workshop Coaching & Mentoring memiliki korelasi kuat dengan agenda transformasi TPS yang terus mendorong peningkatan kinerja, inovasi, dan keunggulan layanan.
Transformasi perusahaan memerlukan organisasi yang agile, kolaboratif, dan berorientasi pada perbaikan berkelanjutan. 

Dalam konteks tersebut, coaching dan mentoring berperan penting untuk mempercepat transfer pengetahuan dan pengalaman antar generasi pekerja, meningkatkan kesiapan talent pool dan succession planning, memperkuat budaya continuous improvement, mendorong pengambilan keputusan yang lebih cepat dan efektif, meningkatkan keterlibatan (engagement) karyawan terhadap tujuan Perusahaan, mendukung terciptanya organisasi pembelajar (learning organization).

Dengan semakin banyak pemimpin yang memiliki kompetensi coaching dan mentoring, TPS diharapkan dapat memperkuat keunggulan operasional sekaligus memastikan keberlangsungan pengembangan kompetensi SDM untuk jangka panjang.

Sebagai bagian dari program ini, seluruh peserta diwajibkan mengikuti kegiatan secara penuh serta menyusun laporan hasil pelatihan yang akan dipresentasikan melalui sharing session internal sebagai bentuk transfer knowledge kepada unit kerja masing-masing. Melalui inisiatif ini, TPS menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan kerja yang mendukung pertumbuhan insan perusahaan, memperkuat kepemimpinan di seluruh lini, serta menciptakan SDM unggul yang mampu mendukung transformasi dan pertumbuhan bisnis perusahaan secara berkelanjutan. (*)