Adela Kanasya: Kolaborasi Festival Banjari Jadi Model Pelestarian Budaya Nasional

avatar Shofa
  • URL berhasil dicopy
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I, Adela Kanasya (tengah)
Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Timur I, Adela Kanasya (tengah)

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi Partai Golkar Adela Kanasya menilai kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat dalam penyelenggaraan Festival Banjari Tingkat Nasional layak dijadikan model pelestarian budaya berbasis komunitas di berbagai daerah Indonesia.

Menurut Adela, keberhasilan festival yang digelar di Desa Juwet Kenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, menunjukkan bahwa pelestarian budaya akan berjalan lebih efektif jika melibatkan seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah hingga masyarakat.

"Kolaborasi antara pemerintah, organisasi keagamaan, dan masyarakat seperti ini harus terus diperkuat agar warisan budaya tetap lestari dan mampu berkembang mengikuti zaman," ujar Adela, Minggu (19/7/2026).
Festival Banjari Tingkat Nasional merupakan hasil kerja sama antara Kementerian Kebudayaan RI, Anggota Komisi X DPR RI Adela Kanasya, serta Pimpinan Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) Desa Juwet Kenongo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Haul Mbah Kalam.

Adela menilai, sinergi lintas lembaga menjadi kunci agar pelestarian budaya tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi mampu berkembang menjadi gerakan bersama yang berkelanjutan.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan Kementerian Kebudayaan RI yang dinilai menunjukkan komitmen negara dalam memberikan ruang bagi seni bernuansa religius sebagai bagian dari kekayaan budaya nasional.

Menurutnya, seni banjari memiliki posisi strategis karena tidak hanya mempertahankan tradisi Islam Nusantara, tetapi juga menjadi media dakwah yang mengajarkan nilai kebersamaan, akhlak, dan persatuan.

"Negara perlu hadir memberikan ruang dan dukungan agar kesenian seperti ini terus hidup, berkembang, dan diwariskan kepada generasi penerus sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia," katanya.

Festival tersebut dihadiri Perwakilan Kementerian Kebudayaan RI Insan Abdirahman, Ketua PCNU Sidoarjo Zainal Arifin, jajaran Muslimat NU Sidoarjo, Anggota DPRD Kabupaten Sidoarjo Adiel Kanantha, tokoh agama, serta masyarakat setempat.

Usai pembukaan, para tamu mengikuti doa bersama dan berziarah ke makam Mbah Kalam sebagai bentuk penghormatan kepada ulama yang berjasa dalam penyebaran Islam di wilayah Porong dan sekitarnya.

Selain menghadiri festival, Adela juga melakukan kunjungan ke DPD Partai Golkar Kabupaten Sidoarjo dan DPD Partai Golkar Kota Surabaya untuk berdialog dengan pengurus partai sekaligus menyerap aspirasi masyarakat di Daerah Pemilihan Jawa Timur I (*)

Opini

Isu Utama Produksi B50

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa Indonesia akan segera menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar.