Reses di Bondowoso, Zulfikar Arse Pastikan Program Aspirasi Berjalan untuk Kepentingan Masyarakat

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin (kiri) meninjau saluran irigasi Program P3-TGAI di Kabupaten Bondowoso saat agenda reses, Selasa (28/7/2026).
Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin (kiri) meninjau saluran irigasi Program P3-TGAI di Kabupaten Bondowoso saat agenda reses, Selasa (28/7/2026).

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Wakil Ketua Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin memastikan program aspirasi pemerintah harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Penegasan itu disampaikannya saat ditemui di sela agenda reses di Kantor DPD Partai Golkar Bondowoso, Jumat (31/7/2026), usai meninjau sejumlah kegiatan di Kabupaten Bondowoso, termasuk pelaksanaan Program Percepatan Peningkatan Tata Guna Air Irigasi (P3-TGAI). 

Dalam agenda reses tersebut, Zulfikar memanfaatkan waktunya untuk menyerap berbagai aspirasi masyarakat. Ia bertemu dengan relawan, pengurus partai, pemerintah desa, kelompok Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), hingga warga yang menjadi penerima manfaat Program P3-TGAI. 

"Selama reses kami bertemu dengan relawan, pengurus partai, warga, meninjau program P3-TGAI, berdialog dengan kelompok tani, P3A, kepala desa, hingga masyarakat penerima manfaat," ujar Zulfikar. 

Dari hasil dialog tersebut, Zulfikar menilai Program P3-TGAI telah memberikan dampak positif, khususnya bagi para petani. Keberadaan saluran irigasi dinilai mampu memperlancar distribusi air ke lahan pertanian sehingga mendukung peningkatan produktivitas. 

"Mereka berterima kasih dan bersyukur karena dengan P3-TGAI sawah mereka bisa terairi dengan baik. Air menjadi lebih mudah didapat. Mudah-mudahan program ini bisa terus berlanjut," katanya. 

Menurut Zulfikar, program-program yang terbukti memberi manfaat langsung kepada masyarakat sudah semestinya terus dilanjutkan. Bahkan, ia menilai pemerintah daerah ke depan perlu memiliki peran yang lebih besar dalam melaksanakan program serupa agar semakin berdaya menjalankan kewenangan yang dimiliki. 

Dalam kesempatan tersebut, Zulfikar juga meluruskan persepsi yang masih berkembang di tengah masyarakat terkait program aspirasi. Menurutnya, tidak sedikit masyarakat yang menganggap berbagai program pembangunan merupakan program milik anggota DPR RI.
Padahal, lanjutnya, DPR RI tidak memiliki program sendiri, melainkan menjalankan tiga fungsi konstitusional, yakni legislasi, anggaran, dan pengawasan. Adapun berbagai program pembangunan berasal dari kementerian maupun lembaga yang menjadi mitra kerja DPR RI. 

"DPR itu tidak punya program. DPR menjalankan tiga fungsi, yaitu legislasi, anggaran, dan pengawasan. Program berasal dari kementerian atau lembaga yang menjadi mitra kerja DPR," jelasnya. 

Politikus Partai Golkar tersebut menjelaskan, anggota DPR RI berperan memperjuangkan agar program pemerintah dapat dialokasikan ke daerah pemilihannya melalui mekanisme aspirasi. Karena itu, seluruh bantuan yang diterima masyarakat harus disalurkan sesuai ketentuan tanpa adanya pungutan ataupun potongan. 

"Untuk mendapatkan program itu tidak perlu bayar, tidak perlu menyogok, tidak perlu membeli. Ketika program itu turun, benar-benar untuk masyarakat. Tidak saya minta lagi, tidak saya suruh setor, dan tidak saya potong," tegasnya. 

Zulfikar menambahkan, masa reses merupakan momentum penting bagi anggota DPR RI untuk mendengar secara langsung kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan program pemerintah berjalan sesuai tujuan. Aspirasi yang dihimpun selama kunjungan di Bondowoso, kata dia, akan menjadi bahan perjuangan dalam pembahasan bersama pemerintah agar setiap kebijakan yang diambil semakin tepat sasaran dan benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.