Akhdan Muhammad Zahran Wibisono-Deninta Festi Berliani Resmi Sandang Gelar Raka Raki Jatim 2026
Gresik, JatimUPdate.id - Malam puncak Pemilihan Duta Wisata Raka Raki Jawa Timur 2026 di Aston Gresik Hotel, Jumat (7/8/2026), melahirkan dua nama baru yang akan membawa wajah pariwisata Jawa Timur ke ruang publik.
Raka Akhdan Muhammad Zahran Wibisono dari Kabupaten Malang dan Raki Deninta Festi Berliani dari Kota Surabaya resmi dinobatkan sebagai Raka Raki Jawa Timur 2026.
Penobatan keduanya menjadi akhir dari rangkaian seleksi sekaligus awal dari tanggung jawab yang lebih besar. Sebab, Raka Raki tidak hanya dituntut mampu tampil menarik di atas panggung, tetapi juga memiliki wawasan, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap perkembangan pariwisata dan kebudayaan Jawa Timur.
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono menegaskan, gelaran Raka Raki tidak boleh berhenti sebagai kompetisi untuk mencari pemenang.
Menurutnya, ajang tersebut merupakan bagian dari proses menyiapkan generasi muda agar mampu menjadi mitra pemerintah dalam mempromosikan daerah, menjaga identitas budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Pemilihan Raka Raki pada malam ini bukan sekadar kompetisi atau penobatan. Bukan sekadar ajang gengsi untuk memperoleh juara. Lebih dari itu adalah sebuah proses kaderisasi generasi muda untuk menjadi mitra strategis pemerintah,” kata Adhy.
Ia menyebut, perkembangan pariwisata Jawa Timur membutuhkan keterlibatan generasi muda yang memiliki kemampuan komunikasi, integritas, wawasan kebangsaan, kepedulian sosial dan kemampuan beradaptasi.
Terlebih, Jawa Timur memiliki beragam destinasi wisata, kekayaan budaya, hingga potensi ekonomi kreatif yang membutuhkan cara promosi yang relevan dengan perkembangan zaman.
“Ini sangat membutuhkan generasi muda yang mampu menjadi agent of change, yang mampu menjadi duta budaya, yang mampu menjadi duta pariwisata,” ujarnya.
Adhy berharap Raka Akhdan dan Raki Deninta tidak menjadikan gelar tersebut sebagai tujuan akhir. Keduanya diharapkan aktif memperkenalkan potensi Jawa Timur sekaligus menjadi representasi anak muda yang memiliki kepedulian terhadap daerahnya.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur Evy Afianasari mengatakan, konsep Pemilihan Raka Raki Jawa Timur 2026 sengaja diarahkan pada pembentukan duta wisata yang memiliki kapasitas dan program nyata.
“Tahun 2026, Pemilihan Raka Raki Jawa Timur mengusung pendekatan yang lebih berdampak melalui penguatan kompetensi kepemimpinan, komunikasi publik, digital branding, dan aksi nyata di tengah masyarakat,” jelas Evy.
Proses menuju grand final pun tidak berlangsung singkat. Para finalis melewati sejumlah tahapan yang dirancang untuk menguji kemampuan sekaligus membentuk karakter mereka.
Rangkaian tersebut diawali dengan Unjuk Bakat. Para peserta diberi ruang untuk menunjukkan kreativitas dan potensi yang dimiliki.
Selanjutnya, finalis mengikuti Program Berdampak selama Juni 2026 dengan tema Sustainable Tourism. Dalam program ini, peserta tidak hanya diminta menyampaikan gagasan, tetapi juga merancang dan menjalankan kegiatan yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Dua program terbaik dari tahapan tersebut nantinya akan dipilih untuk menjadi salah satu kegiatan prioritas Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Timur. Raka Raki terpilih juga akan dilibatkan dalam pelaksanaan program tersebut.
Tahapan seleksi kemudian berlanjut melalui IRARI Talk, sebagai ruang untuk menguji gagasan dan kemampuan analisis para finalis. Setelah itu, peserta menjalani karantina yang diisi dengan pembekalan karakter, public speaking, wawasan kepariwisataan, kebudayaan hingga kepemimpinan.
Tak hanya aspek intelektual dan komunikasi, peserta juga diperkenalkan dengan kekayaan budaya Jawa Timur melalui penampilan busana pakem serta Glow in the Dark Batik.
Evy memastikan seluruh proses penilaian dilakukan secara profesional dan independen. Dewan juri berasal dari sejumlah latar belakang, termasuk kalangan akademisi.
Terpilihnya Akhdan dan Deninta membuat keduanya kini memiliki tugas baru sebagai bagian dari wajah promosi pariwisata dan kebudayaan Jawa Timur.
Keduanya tidak hanya membawa nama pribadi maupun daerah asal, tetapi juga membawa misi untuk memperkenalkan berbagai potensi Jawa Timur kepada publik.
Mulai dari destinasi wisata, kekayaan budaya, produk ekonomi kreatif, hingga gagasan mengenai pariwisata berkelanjutan.
Sebagai bagian dari apresiasi, Raka Raki Jawa Timur 2026 juga memperoleh sejumlah penghargaan. Di antaranya uang pembinaan dari Gubernur Jawa Timur, dukungan untuk program berdampak, beasiswa pendidikan, program pelatihan, voucher, produk pendukung serta berbagai hadiah lainnya. (DPR)
Editor : Redaksi