UNITRI Berdayakan Peternak Desa Dalisodo

avatar Deki Umamun Rois
  • URL berhasil dicopy
Mahasiswa dan dosen Program Studi Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi menghadirkan inovasi pakan ternak ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas peternakan lokal di Kabupaten Malang.
Mahasiswa dan dosen Program Studi Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi menghadirkan inovasi pakan ternak ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas peternakan lokal di Kabupaten Malang.

 

Malang, JatimUPdate.id - Mahasiswa dan dosen Program Studi Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi menghadirkan inovasi pakan ternak ramah lingkungan untuk meningkatkan produktivitas peternakan lokal di Kabupaten Malang.

Di tengah upaya meningkatkan kesejahteraan peternak lokal, mahasiswa Pengabdian Masyarakat Tematik (PMT) Periode V Tahun 2026 dari Program Studi Peternakan Universitas Tribhuwana Tunggadewi (UNITRI) menjalankan misi nyata.

Mereka hadir di BUMDes Desa Dalisodo, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, membawa solusi inovatif untuk tantangan pakan ternak yang sering dihadapi peternak lokal.

Kegiatan yang berlangsung pada tahun 2026 ini bukan sekadar formalitas akademis.

Ini adalah implementasi konkret dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang menghubungkan teori dengan praktik, kampus dengan desa, dan ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat.

Dipandu oleh Dosen Pendamping Lapang Muhammad Anugrah Ramadhan, S.Pt., M.Pt., tim PMT memperkenalkan teknologi Urea Molasses Block (UMB) kepada pengelola peternakan BUMDes.

Apa sebenarnya UMB dan mengapa teknologi ini penting bagi peternak?

Urea Molasses Block adalah pakan suplemen berbentuk padat yang terdiri dari kombinasi molases (tetes tebu), urea, mineral, dan bahan pendukung lainnya.

Bentuknya yang menyerupai blok padat memudahkan penyimpanan dan pemberian kepada ternak ruminansia seperti sapi dan kambing.

Keunggulan utama UMB terletak pada kemampuannya meningkatkan aktivitas mikroba rumen dalam sistem pencernaan ternak.

Mikroba yang lebih aktif berarti pemanfaatan pakan hijauan menjadi lebih efisien.

Hasilnya, produktivitas ternak meningkat tanpa harus menambah jumlah pakan hijauan secara signifikan.

Kegiatan pengabdian masyarakat ini tidak hanya berhenti pada penyampaian materi teoritis.

Tim UNITRI mengadakan demonstrasi langsung pembuatan UMB sehingga peserta dapat melihat, menyentuh, dan memahami setiap tahapan prosesnya.

Antusiasme peserta terlihat jelas selama sesi diskusi. Berbagai pertanyaan muncul, mulai dari komposisi bahan yang tepat, teknik pencampuran, hingga cara pemberian UMB yang efektif kepada ternak.

Interaksi dua arah ini menciptakan suasana pembelajaran yang dinamis dan aplikatif.

Salah satu keunggulan UMB yang menarik perhatian peserta adalah kepraktisannya.

Bahan-bahan pembuat UMB relatif mudah diperoleh di tingkat lokal dengan harga terjangkau. Proses pembuatannya juga tidak memerlukan peralatan canggih, sehingga dapat dilakukan oleh peternak dengan fasilitas sederhana.

Kepala Desa Dalisodo, Suprapto, menyambut baik inisiatif Program Studi Peternakan UNITRI.

Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi perguruan tinggi dalam memberdayakan masyarakat desa.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Universitas Tribhuwana Tunggadewi, khususnya Program Studi Peternakan, yang telah melaksanakan Pengabdian Masyarakat Tematik di Desa Dalisodo," ujar Suprapto.

"Kegiatan ini memberikan tambahan wawasan dan keterampilan bagi masyarakat, khususnya pengelola BUMDes, mengenai teknologi pakan ternak melalui Urea Molasses Block."

Ia berharap kerja sama antara pemerintah desa dan perguruan tinggi dapat terus berlanjut.

Kolaborasi semacam ini dinilai strategis dalam mendukung kemajuan sektor peternakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Dalisodo secara berkelanjutan.

Muhammad Anugrah Ramadhan menekankan bahwa kegiatan PMT memberikan manfaat ganda. Bagi mahasiswa, ini adalah kesempatan emas untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah dalam konteks nyata.

"Pengabdian Masyarakat Tematik merupakan wadah bagi mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu yang telah dipelajari di bangku kuliah sekaligus belajar bersama masyarakat," jelasnya.

"Melalui pelatihan pembuatan Urea Molasses Block, kami berharap masyarakat memperoleh alternatif pakan suplemen yang mudah dibuat, ekonomis, dan dapat mendukung produktivitas ternak ruminansia."

Bagi masyarakat, kegiatan ini membuka akses terhadap pengetahuan dan teknologi yang sebelumnya mungkin belum terjangkau.

Transfer teknologi seperti ini penting untuk meningkatkan kapasitas peternak lokal dalam mengelola usaha ternaknya secara lebih profesional dan menguntungkan.

Penerapan teknologi UMB memiliki potensi dampak ekonomi yang signifikan bagi peternak Desa Dalisodo. Dengan meningkatnya efisiensi pakan, biaya produksi dapat ditekan sementara produktivitas ternak meningkat. Ini berarti margin keuntungan yang lebih baik bagi peternak.

Dari sisi sosial, kegiatan ini memperkuat peran BUMDes sebagai motor penggerak ekonomi desa. BUMDes Desa Dalisodo yang mengelola unit peternakan dapat menjadi model bagi desa-desa lain dalam mengembangkan usaha ekonomi produktif berbasis potensi lokal.

Selain itu, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan BUMDes menciptakan ekosistem pembelajaran dan inovasi yang berkelanjutan. Model kemitraan ini dapat direplikasi untuk sektor-sektor lain di luar peternakan. (dek/yh)