Mencoba Sinergi Dengan Industri Krupuk dan Kripik Olahan Lumba-Lumba Turen Malang
Upaya Pemdes Srowo, Kec. Sidayu, Gresik Memajukan Usaha Olahan Krupuk Berbasis Home Industri Dengan Kolaborasi Pasar
Oleh Eka Wulan
Pendamping Desa Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik
Sidayu, Gresik, JatimUPdate.id
Pemdes Srowo Upayakan Hubungan Eksternal, Pacu Penjualan Produk UMKM Krupuk Ikan Binaan BUMDesa
Desa Srowo adalah salah satu desa berstatus Mandiri yang merupakan satu dari dua puluh Satu Desa di wilayah Kecamatan Sidayu, Kabupaten Gresik, Jawa Timur yang topografi daerah-nya menghadap Laut Jawa dengan sebagian penduduknya mata pencahariannya sebagai pegawai swata, bermata pencaharian budidaya tambak bandeng, sektor UMKM dan usaha hotel industri berupa produk olahan hasil laut yaitu Krupuk Ikan dengan mekanisme pemasaran melalui BUMDes Pahala.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Desa Srowo saat ini dipimpin oleh Mohammad Anam selaku Kepala Desa yang berkerjasama dan dibantu dalam pemberdayaan ekonomi desa oleh Direktur BUMdesa Pahala, Agus Susanto, S.Sos.
Salah satu bentuk peran Pemerintah Desa dalam pengembangan Inovasinya Pemerintah Desa Membuat Kawasan Kerupuk diharapkan Produksi Krupuk Itu punya Gedung Produktifitas yaitu Kampung Kerupuk Desa Srowo, dengan Anggaran Dana Desa dan Bantuan Keuangan Kepada Desa APBD Kab. Gresik, Pembangunannya baru Berjalan 60%, sehingga Kawasan Tersebut merupakan Pembangunan Multi Year .
Namun demikian masyarakat desa sudah memproduksi secara individu yang dengan keberadaan sekitar 50 hotel industri atau rumah Produksi ber-skala UMKM, yang tersebar di sejumlah rumah warga dengan merk dan Farian Rasa yang berbeda.
Dan belum lengkap rasanya jika makan tanpa krupuk. Sensasi kriuk dan gurihnya rasa ikan menambah lezatnya makanan rumah hingga warung makan.
Tak salah jika krupuk menjadi hidangan pendampingan di meja makan hingga sajian dalam kabin pesawat komersil.
Para pengrajin krupuk ini mampu membuat krupuk sebanyak 1 hingga 2 ton per hari. Tak hanya itu, kolaborasi pun datang dari berbagai pihak. Mulai dari Kadin Jawa Timur maupun Rumah Kurasi dan tengah mengangkat produk ini agar naik kelas melalui pasar ekspor.
Diharapkan, pendampingan dan kolaborasi ini mampu menambah nilai dari usaha rakyat ini. Untuk meningkatkan harga jual, BUMDes Pahala membuat aneka kemasan dengan target pasar kelas menengah.
Kemasan yang menarik dan label yang jelas membuat harga krupuk per kilonya naik sekitar Rp 10 ribu per kemasan Produk krupuk dari Desa Srowo memang terkenal karena kualitas dan rasanya.
Sejauh ini mereka memasarkan produk mereka ke pasar lokal dengan cara grosiran.
Posisinya yang strategis juga membuat Gresik berkembang cepat menjadi kota industri. Tak salah jika kondisi ini pun turut memudahkan para pelaku usaha untuk memasarkan berbagai produknya.
Baik distribusi ke Surabaya, Bali, hingga ke Jakarta dan luar kota lainnya di Indonesia.
Melihat potensi yang luar biasa ini, pihak desa ikut mendorong melalui berbagai pelatihan dan pendampingan.
Termasuk penyediaan lahan untuk penjemuran, pengemasan, hingga sentra penjualan dan distribusi produk kerupuk dari desa ini. Termasuk menyediakan ruang pendingin penyimpanan bahan baku ikan.
Langkah kolaborasi berbagai pihak ini sangat positif dalam mendorong pertumbuhan desa. Termasuk meningkatkan kesejahteraan para pengrajin krupuk hingga nelayan saat musim pancaroba.
Olahan ikan, kemasan baru, dan perluasan pasar menjadi strategi dalam mengembangkan Desa Srowo sebagai sentra krupuk ikan di Gresik, Jawa Timur.
Penguatan Pemasaran Dengan Bersinergi-Kolaborasi
Saat menerima kunjungan Tim TAPM Kabupaten Gresik, didampingi TTP Kecamatan Sidayu, Pemdes Srowo berkeluh kesah menyampaikan beberapa problem terkait bagaimana produk olahan krupuk produksi 50 UMKM Desa Srowo binaan BUMdesa Pahala itu pada sisi pemasaran bisa semakin meluas sehingga volume dan omzet krupuk bisa semakin merokok.
Pada kontek tersebut, salah satu TAPM secara bijak melakukan komunikasi dengan owner Industri Kripik Pisang dan Krupuk serta olahan makanan merk Lumba-Lumba di Kecamatan Turen, Kabupaten Malang guna menjajaki kemungkinan kerjasama antara BUMDesa Pahala plus 50 UMKM Krupuk dengan Industri Panganan Lumba-Lumba.
Zulham Mubarok, putra mantu pemilik Kripik Lumba-Lumba yang juga Ketua KNPI Kabupaten Malang sangat terbuka untuk menjalin kerjasama dengan pihak Pemdes Srowo serta BUMDesa Pahala.
Secara khusus Zulham menunggu bila rombongan dari Pemdes Srowo berkenan melakukan kunjungan ke home industri yang kini telah berkembang menjadi industri besar panganan dengan produk unggulan Kripik Lumba-Lumba berlokasi di Kec. Turen.
Sementara itu, Pemdes Srowo sangat antusias dengan upaya penguatan pemasaran krupuk ikan atas 50 UMKM-nya sehingga bisa semakin berkembang, syukur-syukur bisa ikut pada jejaring pemasaran nasional kripik Lumba-Lumba.
Editor : Yuris. T. Hidayat