Perdana Digelar, Lomba Mancing Antar-OPD Bondowoso Bidik Potensi Ekonomi Rekreasi Perikanan

avatar M Aris Effendi
  • URL berhasil dicopy
Suasana lomba mancing antar-OPD se-Kabupaten Bondowoso dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Selasa (11/8/2026).
Suasana lomba mancing antar-OPD se-Kabupaten Bondowoso dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Selasa (11/8/2026).

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Ada cara berbeda yang dilakukan Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan) Kabupaten Bondowoso untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Untuk pertama kalinya, Disnakkan menggelar lomba mancing antar-Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Bondowoso.

Kegiatan yang berlangsung meriah tersebut digelar Selasa (11/8/2026) dan dihadiri Wakil Bupati Bondowoso As’ad Yahya Syafi’i.

Tak sekadar menjadi bagian dari rangkaian perayaan HUT Kemerdekaan, lomba mancing perdana ini sekaligus menjadi momentum untuk membangun kebersamaan antar-OPD serta menghidupkan kembali minat terhadap olahraga dan rekreasi memancing di Bondowoso.

Antusiasme peserta dari berbagai OPD terlihat sepanjang kegiatan. Partisipasi tersebut dinilai menjadi modal awal untuk mengembangkan kegiatan rekreasi berbasis perikanan secara lebih luas dan berkelanjutan.

Kepala Disnakkan Bondowoso, Hendrik Widotono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang ikut menyukseskan kegiatan perdana tersebut.

Menurutnya, kegiatan tersebut digelar dengan mengedepankan semangat partisipasi dan gotong royong internal instansi, tanpa mengandalkan anggaran khusus.

Sebagai bagian dari lomba, panitia menebar sebanyak 100 kilogram atau satu kuintal ikan di area perlombaan untuk menambah keseruan peserta.

Lihat Potensi Ekonomi di Balik Hobi Memancing

Hendrik mengatakan, tingginya antusiasme peserta menjadi sinyal positif bahwa kegiatan rekreasi perikanan memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh di Bondowoso.

Ia melihat aktivitas memancing tidak hanya berkaitan dengan hobi, tetapi juga berpeluang menciptakan dampak ekonomi bagi masyarakat.

Potensi tersebut dapat bergerak melalui berbagai sektor, mulai dari UMKM kuliner, penyediaan peralatan memancing hingga pengembangan destinasi wisata rekreasi keluarga.

“Dari kegiatan ini kita melihat antusiasme yang cukup tinggi. Rekreasi perikanan memiliki potensi multiplier effect bagi perekonomian daerah,” ujar Hendrik.

Karena itu, Disnakkan mulai melakukan koordinasi lintas sektor untuk menyiapkan kegiatan pemancingan dengan skala yang lebih besar.

Jika persiapan berjalan sesuai rencana, lomba memancing yang terbuka untuk masyarakat umum ditargetkan dapat digelar pada Oktober 2026.

Berbeda dengan kegiatan perdana yang masih terbatas antar-OPD, agenda berikutnya diharapkan mampu menjangkau peserta yang lebih luas, termasuk masyarakat umum dari Bondowoso maupun luar daerah.

Pemkab Buka Peluang Kolaborasi

Untuk merealisasikan agenda yang lebih besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Bondowoso membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak.

Peluang kerja sama tersebut mencakup pihak ketiga, investor maupun sponsor yang memiliki kepentingan dalam pengembangan kegiatan dan potensi ekonomi daerah.

Pemerintah daerah memberikan ruang bagi mitra strategis untuk ikut berkontribusi selama kerja sama tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung pembangunan daerah.

Melalui pengembangan rekreasi perikanan, Pemkab Bondowoso berharap muncul aktivitas ekonomi baru yang dapat melibatkan masyarakat secara langsung.

Lomba mancing perdana antar-OPD ini pun diharapkan menjadi titik awal untuk mengembangkan kegiatan rekreasi perikanan yang lebih besar, sekaligus membuka peluang baru bagi UMKM, sektor wisata dan pelaku usaha pendukung di Bondowoso.

Dengan demikian, semangat memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk menggali potensi lokal yang dapat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat. (ries/yh)