Dokumen Usulan RM Margono dan KH Sholeh Darat Telah Diterima TP2GP
Pemprov Jateng Usulkan RM Margono dan KH Sholeh Darat Dalam Usulan Baru Sebagai Pahlawan Nasional 2026
Semarang, JatimUPdate.id - Di balik usulan gelar Pahlawan Nasional untuk 2026, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah membawa dua nama baru yang disebut lahir dari dorongan komunitas dalam daftar usulan Gelar Pahlawan 2026.
Pemprov Jawa Tengah mengusulkan tujuh tokoh untuk memperoleh gelar Pahlawan Nasional 2026, setelah seluruh berkas dinyatakan melalui kajian tim di tingkat daerah dan kemudian dikirim ke pemerintah pusat.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Jawa Tengah, Imam Maskur, mengatakan usulan tersebut telah dibahas oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD) sebelum diteruskan melalui gubernur untuk proses di tingkat nasional.
“Yang tahun ini ada dua usulan baru, yaitu Kyai Haji Sholeh Darat dan R.M Margono Djojohadikusumo,” kata Imam, Senin (17/8/2026).
Langkah ini merupakan bagian dari mekanisme pengusulan gelar kehormatan yang dapat diajukan oleh masyarakat maupun pemerintah kabupaten/kota, lalu diverifikasi secara berjenjang hingga keputusan berada di pemerintah pusat.
Dua tokoh yang disebut sebagai usulan baru adalah:
- KH Sholeh Darat, ulama asal Semarang. Menurut Imam, pengajuan datang dari komunitas masyarakat dan didukung Pemerintah Kota Semarang.
- RM Margono Djojohadikusumo, tokoh ekonomi nasional dari Banyumas.
Secara khusyus Imam menyebut usulan ini berasal dari kelompok masyarakat di Banyumas.
Dalam catatan Redaksi JatimUPdate.id, usulan RM Margono Djojohadikusumo untuk gelar Pahlawan itu secara khusus didukung penuh Pemkab Banyumas khususnya Bupati Banyumas Sadewo yang diusulkan atas hasil kolaborasi dan kerjasama Paguyuban Masyarakat yaitu Seruan Iling Banyumas atau dikenal SerulingMas dan lembaga penelitian yang digawangi anak-anak muda Sygma Research and Consulting itu.
Disisi lain Imam juga menyampaikan bahwa pihak keluarga Presiden RI Prabowo Subianto yang disebut sebagai cucu RM Margono Djojohadikusumo belum berkenan mengajukan nama tersebut.
“Untuk Margono Djojohadikusumo, dari Bapak Presiden dan keluarga belum berkenan diajukan,” ungkapnya.
Meski begitu, Pemprov Jateng menyatakan proses administrasi pengusulan tetap berjalan sesuai mekanisme yang berlaku, sepanjang dokumen dan persyaratan terpenuhi.
Selain dua nama baru, Pemprov Jawa Tengah juga kembali mengajukan lima tokoh yang pada tahun-tahun sebelumnya belum ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional. Mereka adalah:
1. dr Kariadi (Kota Semarang)
2. Bambang Sugeng (Kabupaten Temanggung)
3. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo (Kabupaten Banyumas)
4. Basoeki Probowinoto (Kota Salatiga)
5. Roebiono Kertopati (Kabupaten Purworejo)
Imam menjelaskan, pengajuan ulang dimungkinkan bila tokoh yang diusulkan belum memperoleh gelar tersebut.
“Karena belum mendapat gelar pahlawan, maka bisa diusulkan kembali,” ujarnya.
Menurut Imam, setelah kajian di tingkat daerah rampung, usulan dikirim melalui gubernur dan kemudian dibahas oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP).
“Sudah semua, usulan gelar pahlawan sudah dikirim ke pusat,” kata Imam.
Dalam praktiknya, usulan yang masuk dari seluruh provinsi akan dinilai di tingkat nasional melalui tahapan verifikasi dan pengkajian sebelum keputusan akhir ditetapkan pemerintah pusat.
Imam menekankan, meski syarat administrasi dan kajian daerah telah dipenuhi, tidak semua nama otomatis ditetapkan. Salah satu faktornya adalah keterbatasan jumlah penerima gelar tiap tahun.
“Setiap tahunnya hanya ada sekitar 10 tokoh yang mendapatkan gelar pahlawan dan diumumkan pada Hari Pahlawan,” jelasnya.
Dengan demikian, peluang setiap tokoh ditentukan oleh penilaian nasional serta persaingan dengan usulan dari provinsi lain.
Imam mengatakan proses selanjutnya kini bergantung pada tahapan di tingkat pusat, dengan waktu pengumuman yang biasanya berkaitan dengan peringatan **Hari Pahlawan.
“Tinggal menunggu nanti November,” pungkasnya.
Pemprov Jawa Tengah mengirim tujuh usulan Pahlawan Nasional 2026 ke pemerintah pusat, termasuk dua nama baru, KH Sholeh Darat dan RM Margono Djojohadikusumo serta lima tokoh yang kembali diusulkan. Seluruh berkas telah melewati kajian daerah dan kini menunggu penilaian nasional, di tengah kuota penerima gelar yang terbatas setiap tahun.
Ucapan Syukur dan Dukungan Atas Pengajuan Gelar Pahlawan Untuk RM Margono Djojohadikusumo
Pernyataan puji syukur pertama tersampaikan oleh CEO Sygma Research and Consulting, yang juga Dosen Ilmu Politik Universitas Negeri Surabaya, Ken Bimo Sultoni atas kerja keras dan berdurasi panjang itu kini draf naskah akademik telah diterima oleh TP2GP setelah diusulkan oleh Pemprov Jateng.
"Alhamdulillah dan puji syukur atas ridho Gusti Allah SWT bahwa usulan Gelar Pahlawan kagem Eyang RM Margono Djojohadikusumo telah diusulkan oleh Pemprov Jateng ke Pemerintah Pusat," kata Ken Bimo Sultoni dalam pernyataan resmi yang dikirim ke Redaksi JatimUPdate.id pada Selasa (18/08/2026).
Ken Bimo juga menyampaikan terima kasih kepada para pihak yang telah mensupport proses pengajuan gelar Pahlawan bagi RM Margono tersebut.
"Ini kerja berdurasi panjang sekali, dukungan banyak pihak tidak mungkin Sygma Research lupakan, Terima Kasih Untuk PWI Jatim dalam hal ini Mas Lutfil Hakim yang telah memberikan ruang Aula PWI guna FGD pertama Jumat [25/10/2024], para peneliti Sygma Research, Pemkab Banyumas khususnya Pak Bupati Sadewo, Pak Kades Syaifuddin, Mas Indaru dan Warga Banyumas yang mendukung. Terkhusus Para Senior SerulingMas yang telah berkenan dengan konsisten Berkolaborasi dan Membersamai Sygma Research and Consulting hingga naskah akademik usulan itu rampung, Matursembahnuwun sanget dan mohon maaf bila ada Sygma ada kesalahan," ungkap Ken Bimo yang mempandegani para peneliti muda Sygma Research berbasis di Semarang, Jakarta, Surabaya, Malang, Jember dan Sidoarjo itu.
Dukungan dan ucapan puji syukur juga mengalir dari Ahmad Syaifuddin, Kades Kasegeran, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas.
"Alhamdulillah kerja keras sepanjang waktu poro senior SerulingMas, Pemkab Banyumas dan adik-adik peneliti Sygma Research atas usulan gelar pahlawan Eyang RM Margono kini telah diusulkan Pemprov Jateng ke pemerintah pusat," ungkap Syaifuddih kepada Redaksi JatimUPdate.id via layanan pesan singkat pada Redaksi JatimUPdate.id pada Selasa (18/08/2026).
Syaifuddin yang juga Ketua Paguyuban Kepala Desa Satria Praja Kabupaten Banyumas itu juga melanjutkan doa-doa agar RM Margono bisa memperoleh gelar Pahlawan atas dedikasinya yang luar biasa terhadap Bangsa dan negara meski RM Margono sering memilih jalan sunyi dalam pengabdiannya itu.
"Bismillahirrahmanirrahim.....
Semoga Ikantuk Ridho Saking ALLOH SWT
Kunfayakun Eyang RM MARGONO JOYO HADI KUSUMO menjadi PAHLAWAN NASIONAL
LAHUMUL FAATIHAH," ungkap lantunan doa Syaifuddin itu.
Dukungan juga mengalir dari Dr. Indaru Setyo Nurprojo, S.IP., M.A., dosen dan Ketua Jurusan Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Purwokerto yang menjadi pembimbing dan penunjuk arah bagi adik-adik penelitian Sygma Research and Consulting selama pengumpulan data di Banyumas.
"Alhamdulillah kerja keras, kerja cerdas dari semua pihak Pemkab Banyumas, SerulingMas dan adik-adik peneliti Sygma Research telah menemukan pengakuan sehingga kini usulan gelar Pahlawan RM Margono telah masuk di meja penelitian TP2GP pemerintah pusat. Ini kerja panjang, meski dimulai Oktober 2024, usulan ditolak pada 2025 karena kurang langkap, kini oleh Pemprov Jateng telah dinilai lengkap dan masuk usulan baru. Sukses untuk adik-adik Sygma Research dan terus berkarya," kata Indaru yang juga merupakan tokoh kebudayaan serta pemerhati lingkungan tersebut
Ungkapan bangga juga diberikan oleh Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim atas kerja keras pantang semangat dari adik-adik penelitian muda Sygma Research and Consulting atas keberhasilan menuntaskan usulan gelar Pahlawan untuk Eyang RM Margono.
"Memang benar, Aula PWI Jatim jadi saksi sejarah Usulan Gelar Pahlawan untuk Eyang RM Margono Djojohadikusumo pada Jumat [25/10/2024] digelar atau 5 hari setelah Sang Cucu, Pak Prabowo Subianto dilantik jadi Presiden RI ke-8. PWI Jatim dan Kota Surabaya jadi lokasi Pemantik, yang kemudian selanjutnya Banyumas dan Pemprov Jateng yang meneruskan. Selamat untuk Sygma, SerulingMas, Warga Banyumas khususnya Pemkab Banyumas," kata Lutfil Hakim.
Rasa haru juga disampaikan oleh Heri Rustanto, pengemudi Go-Car yang warga Kota Purwokerto dimana mobilnya sering digunakan penelitian Sygma Research and Consulting saat berkeliling di Kabupaten Banyumas.
"Saya yang warga Banyumas yang juga orang kecil ini ikut bangga bisa terlibat dalam sejumlah proses, bahkan rumah saya pun sempat dijadikan penginapan oleh para peneliti muda Sygma Research. Pokoknya kami warga Banyumas ikut bangga dan senang atas perjuangan adik-adik peneliti Sygma Research, meski bukan warga Banyumas tapi telah mengabdi guna Menasionalkan tokoh kebanggaan warga Banyumas, Eyang RM Margono untuk gelar Pahlawan. Maturnuwun juga untuk para senior SerulingMas," ungkap tulus Heri Rustanto. (dikutip rilis pemprov jateng/dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat