Prabowo di Muktamar NU: Ratusan Triliun Hasil Penghematan Anggaran Akan Dialirkan ke Rakyat Miskin

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Presiden Prabowo Subianto saat pembukaan muktamar NU di Solo
Presiden Prabowo Subianto saat pembukaan muktamar NU di Solo

 

Jombang, JatimUPdate.id - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk menutup kebocoran anggaran dan memberantas korupsi.

Penghematan anggaran hingga ratusan triliun rupiah akan dialihkan untuk membantu masyarakat miskin dan kelompok yang paling membutuhkan.

Hal itu disampaikan Prabowo saat membuka Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Tambakberas, Jombang, Kamis (27/8/2026).

Di hadapan ribuan kiai, ibu nyai, dan santri, Prabowo menegaskan pemerintah tidak akan membiarkan kekayaan Indonesia terus mengalir ke luar negeri akibat praktik korupsi.

“Kita harus berani memberantas korupsi karena korupsi ini yang mengakibatkan banyak kekayaan kita dibawa lari ke luar negeri. Tapi kita mulai menutup, kita mulai menghentikan itu dari penghematan-penghematan. Sudah ratusan triliun yang bisa kita hemat,” kata Prabowo.

Menurut dia, dana hasil penghematan tersebut akan digunakan sebesar-besarnya untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama kelompok miskin dan masyarakat yang paling tidak berdaya.

“Uang itulah yang kita gunakan untuk sebesar-besarnya membantu rakyat yang paling miskin, yang paling tidak berdaya,” tegasnya.

Alirkan Penghematan untuk Program Rakyat

Prabowo menjelaskan, hasil penghematan anggaran telah diarahkan ke berbagai program perlindungan sosial. Salah satunya adalah program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Presiden menyebut program tersebut kini telah menjangkau lebih dari 62 juta penerima manfaat melalui puluhan ribu dapur umum.

Dia mengakui pelaksanaan MBG masih menghadapi berbagai tantangan dan kekurangan. Namun, pemerintah berkomitmen menyelesaikan persoalan tersebut agar manfaat program dapat dirasakan secara merata.

“MBG adalah program yang besar, tantangannya banyak, kekurangannya masih banyak. Tapi kita akan selesaikan semua kekurangan tersebut karena yang penting adalah manfaat harus diterima oleh semua anak-anak kita, semua ibu-ibu hamil, dan semua orang tua lanjut usia,” ujarnya.

Selain MBG, pemerintah juga tengah menyiapkan puluhan ribu Koperasi Merah Putih yang akan beroperasi di seluruh Indonesia.

Prabowo mengatakan koperasi tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang spekulasi harga, khususnya terhadap barang-barang yang mendapatkan subsidi pemerintah.

“Kita akan menjamin semua barang yang disubsidi rakyat akan sampai ke rakyat dengan harga serendah-rendahnya. Barang subsidi tidak boleh diperdagangkan dan tidak akan diperdagangkan,” tegasnya.

Minta Maaf soal Layar Interaktif Pesantren NU

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga menyampaikan permohonan maaf kepada Nahdlatul Ulama terkait keterlambatan fasilitas digitalisasi berupa layar interaktif untuk pesantren dan sekolah NU.

Dia menjelaskan, selama ini pengelolaan sekolah negeri berada di bawah Kementerian Pendidikan, sedangkan madrasah berada di bawah Kementerian Agama.

Prabowo menyebut pada tahun sebelumnya sekolah negeri mendapatkan satu layar interaktif untuk setiap ruang kelas. Tahun ini, sekolah tersebut akan memperoleh tambahan tiga layar.

“Saya mau minta maaf kepada Nahdlatul Ulama, minta maaf karena saya baru tahu bahwa layar interaktif pesantren-pesantren Nahdlatul Ulama yang belum menerima,” kata Prabowo.

Dia memastikan sekolah-sekolah NU juga akan mendapatkan fasilitas serupa.

“Sekolah-sekolah NU akan menerima layar interaktif sama seperti sekolah negeri. Sementara sekolah NU langsung menerima empat layar, jadi utang saya kepada NU sudah agak terpenuhi,” ujar Prabowo disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.

Prabowo Sebut 'Jas Ijo' untuk Ulama

Dalam sambutannya, Prabowo juga menyampaikan penghormatan kepada para kiai dan ulama yang selama ini berperan menjaga kerukunan, akhlak, serta kedamaian masyarakat.

Dia menilai banyak ulama yang bekerja tanpa sorotan publik dan tidak meminta imbalan dari negara.

Prabowo kemudian mengutip pesan Presiden Soekarno tentang “Jas Merah”, yakni jangan sekali-kali melupakan sejarah. Dia menambahkan istilah “Jas Ijo” sebagai bentuk penghormatan terhadap jasa para ulama.

“Kalau Bung Karno pernah mengatakan jangan sekali-sekali melupakan sejarah, saya ingin menyampaikan: jangan sekali-kali melupakan jasa ulama,” ucapnya.

“Terima kasih kepada para ulama yang mungkin namanya tidak pernah masuk televisi, tetapi setiap hari menjaga kerukunan, menjaga kedamaian di desa, dan mendoakan bangsa tanpa meminta apa pun kepada negara,” lanjut Prabowo.

NU dan Muhammadiyah Disebut Aset Bangsa

Prabowo menilai Nahdlatul Ulama merupakan aset bangsa yang sangat besar. Hal serupa juga disematkannya kepada Muhammadiyah.

Menurut Prabowo, kedua organisasi tersebut memiliki peran penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sebagai Presiden yang merupakan mandataris rakyat, Prabowo mengakui dukungan NU dan Muhammadiyah memiliki arti penting.

“Dan saya tidak ragu-ragu, saya terus berpikir bagaimana membesarkan, memperkuat, memberdayakan Nahdlatul Ulama, pesantren-pesantren NU, dan Muhammadiyah,” tuturnya.

Dia juga menyinggung sejarah perjuangan ulama dan santri dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia, khususnya dalam Pertempuran Surabaya pada Oktober-November 1945.

“Kemerdekaan bangsa Indonesia memang diproklamasikan di Jakarta, tapi kemerdekaan bangsa Indonesia diuji di Surabaya. Dalam pertempuran Surabaya, peran dari ulama, peran dari kiai, peran daripada pesantren sangat besar,” katanya.

Optimistis Indonesia Menuju Kemandirian Pangan dan Energi

Menjelang dua tahun masa pemerintahannya, Prabowo menyampaikan optimismenya terhadap masa depan Indonesia. Dia menilai Indonesia semakin dekat dengan kemandirian di sektor pangan dan energi.

Prabowo menyebut swasembada pangan telah tercapai, sementara swasembada energi diyakini segera menyusul.

Dia juga mengaku mendapat kepercayaan dan dukungan dari masyarakat, termasuk NU dan Muhammadiyah, untuk terus menjalankan agenda pembangunan nasional.

“Indonesia beberapa tahun lagi akan bangkit luar biasa. Saya terima kasih dukungan Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. Dengan belum sampai dua tahun kita telah mencapai prestasi-prestasi besar,” ujarnya.

Prabowo kemudian menutup sambutannya dengan menegaskan pentingnya kekuatan dan kerukunan NU bagi Indonesia.

“NU kuat artinya Indonesia kuat. Kalau NU rukun, Indonesia rukun. NU berkhidmat, Indonesia bermartabat,” pungkas Prabowo.(ih/yh)