Malam Itu Ada Pesan Civil Society dekat Venue Muktamar

avatar Rio Rolis
  • URL berhasil dicopy
Silaturrahim alumni HMI di lokasi Muktamar NU ke - 35, diiringi lantunan Hymne HMI meski tidak mengganggu jalannya agenda acara Muktamar NU.
Silaturrahim alumni HMI di lokasi Muktamar NU ke - 35, diiringi lantunan Hymne HMI meski tidak mengganggu jalannya agenda acara Muktamar NU.

 

Oleh Tengku Taufiqulhadi

Alumnus Universitas Jember, Mantan Ketua Umum HMI Cabang Jember

 

Jombang, JatimUPdate.id - Malam itu saya ikut bersama Bang Fachry Ali menerobos kerumunan manusia yang menyemut sekitar venue acara muktamar NU. 

Sasaran kami sebuah rumah anggota Bani Wahab Tambak Beras yang menjadi pos sementara anak-anak HMI (Kahmi) peserta muktamar itu. 

Setelah menggunakan mobil, estafet dengan sepeda motor, turun jalan kaki sepajang 600 meter, baru tiba di pos anak-anak HMI itu. 

Saya dan Bang Fachry segera minta air mineral karena habis menerobos mamusia menyemut dan kelelahan karena jalan kali. Ison Basuni alumni PMII, dan Binhad Nurrohmat, penyair kondang keluarga pendiri Ponpes Darul Ulum, segera mencari sandaran unt menarik nafas. 

Anak anak HMI, yang hampir peserta muktamar dari berbagai daerah itu sudah berkumpul. "Saya dari Singkawang, Kanda, " ujar seorang peserta, seraya memperbaiki sarung ditubuhnya yang subur. 

Kami diminta duduk di atas kursi dan mereka semua duduk ngelosor karena tidak ada kursi. Hampir semua laki-laki kecuali panitia yang hampir semua perempuan, salah satu Vina, keluarga Darul Ulum tapi anggota Kahmi Ciputat. 

Bang Fachry mengingatkan, acara ini tidak boleh berisik, walau pun nanti diakhiri dengan menyanyikan Himme HMI. 
"Jangan sampai menganggu muktamar, " kata Bang Fachry, menunjuk ke tempat penyelenggaraan muktamar yang mungkin sepelemparan batu jaraknya.

Bang Fachry menyampaikan rasa bangga kepada anak-anak HMI yang kini menjadi tokoh-tokoh NU di daerah masing itu. Ia meminta mereka agar bersikap penuh teladan dalam NU. Dengan demikian menjadi SDA NU yg baik ke depan. 

Ia mengingatkan NU dan Muhammadiyah itu sangat penting jika dilihat dalam konteks civil society. 

Civil society itu, ungkap Bang Fachry, kelompok masyarakat yang terorganisir secara baik dan tidak bergantung kepada negara. 

Orang meredusir civil society itu menjadi LSM. Itu tidak sama dengan civil society, ungkap Bang Fachry. 

LSM itu part of civil society. 

Tapi contoh sempurna sekali civil society adalah NU dan Muhammadiyah. 
Kapan  berdiri kedua organisasi itu? Muhammadiyah pada 1912 dan NU pd 1926. 
Itu artinya, kedua organisasi tersebut hadir jauh sebelum adanya Indonesia. 

"Bagaimana Serikat Islam, Bang," teriak seorang peserta. 

Hal dengan SI menjadi tidak terlalu relevan. Karena SI mengalami decline. 

NU dan Muhammadiyah adalah civil society sebelum adanya negara. Kedua organisasi ini telah berkiprah sepanjang jaman. 

Era kolonial, kedua organisasi ini menjadi sumber kekuatan untuk mengkritisi kolonialisme dan penindasan kaum kolonialis terhadap anak negeri. 

Ketika era revolusi, keduanya telah mempersembahkan kader-kadernya menjadi pejuang dan martir. 

Maka kita kini hanya mempertahankan negara yang telah merdeka. NU dan Muhammadiyah sekarang harus hadir lebih tegas sebagai civil society. 

Maka saudara-saudara yang sudah  berada dalam NU dan Muhamadiyan terus berkontribusi terus untuk kebaikan NU dan Muhammadiyah serta rakyat dan negara Indonesia. 

Maksudnya, anda ikut memperbaiki negara untuk kepentingan rakyat melalui dua organisasi ini.

Lalu acara berakhir dengan menyanyikan Hymne HMI.