Xanana Gusmão Raih Doktor Honoris Causa dari Unhas dan Kerjasama Pemdes Arjasa Kabupaten Jember 

Kolaborasi Lintas Negara, RI dan Timor Leste

avatar Redaksi
  • URL berhasil dicopy
Keterangan Gambar: Kerjasama antara Pemerintah Desa Jember dan Timor Leste (Kiri), Xanana Gusmao saat menerima anugerah Doktor Honoris Causa dari Unhas (Kanan)
Keterangan Gambar: Kerjasama antara Pemerintah Desa Jember dan Timor Leste (Kiri), Xanana Gusmao saat menerima anugerah Doktor Honoris Causa dari Unhas (Kanan)

Jember, JatimUpdate.id  — Kerja Sama Desa Arjasa dan Univesity of Dili, membawa  semangat kolaborasi lintas negara, antara Republik Indonesia dan Timor Leste.

Seperti dilakukan Pemerintah Desa Arjasa, Kabupaten Jember, yang baru saja menandatangani perjanjian kerja sama internasional dengan Universitas Jember Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik serta University of Dili Timor Leste. 

Program ini fokus pada pengembangan industri kepariwisataan desa di Negara Timor Leste, bertempat di Wisata Citra Mandiri Waterpark Desa Arjasa.

Penandatanganan dilakukan oleh Kepala Desa Arjasa, Wasi'a, Dekan FISIP Universitas Jember, dan Cesaltina Angela Soares, L.CP., M.Si., Dean of Political Sciences, University of Dili Timor Leste.

Dodik Merdiawan, S.E., Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) sekaligus Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP), yang kini bertugas di Kabupaten Bondowoso, menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi bukti nyata hubungan Indonesia-Timor Leste yang semakin erat, tidak hanya di tingkat kepala negara tetapi juga hingga akar rumput desa.

Jejak sejarah hubungan Indonesia dan Timor-Leste kembali bertemu di Universitas Hasanuddin (Unhas). 

Sejalan dengan kolaborasi antar negara itu, 
Perguruan tinggi terkemuka di Makassar ini menganugerahkan gelar Doktor Honoris Causa kepada Perdana Menteri Republik Demokratik Timor-Leste, H.E. Kay Rala Xanana Gusmão, dalam sidang terbuka akademis di Kampus Tamalanrea, Sabtu (5/9).

Penganugerahan ini menjadi pengakuan atas perjalanan panjang Xanana Gusmão, dari seorang pejuang kemerdekaan hingga negarawan yang berperan penting dalam proses perdamaian, rekonsiliasi, serta pembangunan institusi demokrasi di Timor-Leste.

Tim promotor yang dipimpin Prof. Hafid Abbas menegaskan penghargaan itu bukan semata-mata karena posisi politik Xanana Gusmão, melainkan rekam jejak, prinsip, serta kontribusi kemanusiaan dan intelektual yang dinilai memiliki dampak besar bagi peradaban.

"Gelar kehormatan ini diberikan bukan sekadar seremonial atau bentuk popularitas politik, melainkan pengakuan atas nilai, prinsip, serta standar moral dan intelektual yang berkontribusi besar bagi peradaban," ujar Prof. Hafid Abbas.

Rekonsiliasi Pasca-Konflik Jadi Pertimbangan Utama

Salah satu aspek yang menjadi perhatian Unhas adalah pilihan Xanana Gusmão membangun hubungan rekonsiliatif dengan Indonesia setelah konflik berakhir. Pengalaman masa lalu tidak dihapus, tetapi ditempatkan dalam kerangka hubungan baru yang konstruktif.

Pendekatan ini dinilai menunjukkan dimensi lain dari kepemimpinan Xanana: keberanian mengubah pengalaman konflik menjadi fondasi bagi perdamaian dan kerja sama antara dua negara dengan sejarah panjang dan kompleks.

Perubahan peran dari pejuang gerilya menjadi pemimpin politik juga menjadi pertimbangan penting. Xanana terlibat aktif dalam membangun institusi pemerintahan dan demokrasi di Timor-Leste sebagai negara merdeka. Rekam jejak ini dinilai Unhas memiliki relevansi dengan nilai-nilai akademik, terutama kepemimpinan, keadilan, kemanusiaan, dan pembangunan masyarakat.

Makassar dan Timor: Hubungan Lintas Sejarah Kawasan

Hubungan Unhas dengan Timor-Leste tidak berdiri dalam ruang terpisah dari sejarah kawasan. Makassar dan kawasan Timor memiliki interaksi masyarakat yang panjang melalui jejak pelayaran dan perdagangan masyarakat Bugis-Makassar di kawasan timur Nusantara.

Dalam konteks itu, penganugerahan gelar kepada Xanana di Kampus Tamalanrea dapat dibaca sebagai bagian dari hubungan yang lebih luas: hubungan antarmasyarakat, pertukaran pengetahuan, dan upaya memperkuat perdamaian di kawasan.

Pesan di Balik Penganugerahan

Penganugerahan Doktor Honoris Causa bagi Unhas membawa pesan mendalam tentang bagaimana pengalaman konflik dapat ditempatkan dalam perspektif rekonsiliasi dan pembangunan masa depan. Perjalanan Xanana Gusmão memperlihatkan bahwa kepemimpinan pasca-konflik menghadirkan tantangan berbeda dari masa perjuangan.

Seorang pemimpin tidak hanya dituntut mempertahankan ingatan atas masa lalu, tetapi juga mencari jalan agar masyarakat dapat bergerak menuju masa depan. Di titik inilah kisah Xanana memperoleh relevansi akademis: bagaimana kepemimpinan, demokrasi, keadilan, dan rekonsiliasi dapat berjalan bersama dalam proses membangun sebuah negara.

Dari pengalaman konflik lahir kebutuhan akan perdamaian. Dari perdamaian tumbuh ruang bagi kerja sama. Dan dari kerja sama, hubungan antarbangsa dapat berkembang menjadi fondasi bagi pengetahuan, kemanusiaan, dan peradaban. (#)