Ketua Komisi B DPRD Surabaya Desak 10 November Jadi Libur Nasional

avatar Ibrahim
  • URL berhasil dicopy
Mohammad Faridz Afif, dok Jatimupdate.id
Mohammad Faridz Afif, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Komisi B DPRD Kota Surabaya, Mohammad Faridz Afif, mendesak pemerintah pusat menetapkan Hari Pahlawan 10 November sebagai hari libur nasional atau tanggal merah. 

Desakan itu dilayangkan agar momentum historis Pertempuran Surabaya tidak tergerus formalitas rutinitas kerja maupun sekolah yang padat.

Menurutnya regulasi Keppres Nomor 316 Tahun 1959 yang memosisikan 10 November sebagai hari nasional biasa, tidak relevan lagi dengan kebutuhan penguatan karakter bangsa di era modern.

"10 November ini adalah harinya Kota Surabaya, harinya seluruh pahlawan bangsa. Sangat disayangkan jika momentum sesakral ini dilewati begitu saja seperti hari kerja biasa. Masyarakat, pekerja, dan anak-anak sekolah terkadang tidak sempat meresapi makna perjuangan karena dituntut oleh rutinitas absen dan jam kerja," kata Afif kepada Jatimupdate, Kamis (5/11).

Ketua DPC PKB Surabaya itu membantah usulan tanggal merah ini untuk memberikan hari santai bagi masyarakat

Namun tegas Afif memberikan 'jeda nasional' agar publik memiliki ruang luas merefleksikan nilai-nilai patriotisme secara inklusif.

"Kalau dijadikan hari libur nasional, warga Surabaya dan masyarakat Indonesia punya ruang yang luas untuk membuat upacara komunal, festival sejarah, berziarah ke makam pahlawan, atau berkumpul dengan keluarga untuk menceritakan kisah perjuangan para pendahulu kita," tambah Afif.

Afif memaparkan sebagai episentrum dari peristiwa heroik 1945, Surabaya memikul beban moral menyuarakan perubahan regulasi tersebut ke tingkat pusat. 

Maka dari itu, Afif meminta kementerian terkait bersama DPR RI segera duduk bersama untuk merevisi aturan hari libur nasional.

"Kami dari Surabaya meminta pemerintah pusat mendengar aspirasi ini. Berikan penghormatan tertinggi untuk darah para pejuang yang gugur di tanah Surabaya dengan menjadikan 10 November sebagai hari libur nasional. Jangan biarkan hari bersejarah ini hanya diperingati melalui seremonial upacara lalu dilupakan," demikian Mohammad Faridz Afif. (Roy/Yh)