Temu Kangen Sahabat Ali Badri, Cerita Kancil dan Kisah Kesaktian Ali Badri

oleh : -
Temu Kangen Sahabat Ali Badri, Cerita Kancil dan Kisah Kesaktian Ali Badri
Temu Kangen Sahabat Ali Badri

Surabaya (JatimUPdate.id) -Temu kangen sahabat H. Ali Badri Zaini diadakan di kediaman Jl Gadung 37, Surabaya, Jumat malam (11/11). Para sahabat lama Ali Badri yang sudah belasan tahun saling berinteraksi turut hadir diacara tersebut.

Berrbagai tokoh dari berbagai kalangan turut hadir dalam temu kangen tersebut. Tokoh-tokoh yang hadir adalah Erlangga Satriagung, Ir. R.H Eddy Indrayana, Dr. KH R.P Mujahid Ansori, Freddy Purnomo, Sutan Kasidhal, Dr. Basa Alim Tualeka, Muhammad Rudiansyah, M. Iqbal, Sonny Wibisono, Muara Harianja SH, MH, H. Mangesti Waluyo Sejati, Anton, Azwar Hamidy, H. Boy Baidowi, Ali Salim, Yamin Ahmad, Dhimam Abror, Djaka Mujiana.


Ali Badri Zaini selaku tuan rumah, terlihat sumringah. Sesekali ia mengisap rokok dan mengepulkan asap dengan nikmat. ‘’Alhamdulillah saya sehat,’’ katanya setiap kali sahabatnya bertanya mengenai kondisi kesehatannya.

Diketahui Ali Badri telah pulih dari stroke yang dideritanya pada Mei 2021. Ketika itu dia dirawat di RSPAD Jakarta.‘’Syaraf pecah 10 cc, tapi Alhamdulillah selamat dan sehat,’’ katanya. 

Sekarang daya ingatnya lebih kuat. Hal itu dibuktikannya ketika membaca surat-surat panjang dalam shalat. Ia juga masih mengingat nama-nama dan peristiwa dengan jelas dan cermat. Peristiwa-peristiwa lama yang terjadi dalam berbagai forum di Jawa Timur maupun di level nasional, masih diingatnya dengan jernih dan jelas.

Salah satu peristiwa yang diceritakan adalah saat musawarah daerah REI (Real Estate Indonesia) Jawa Timur. Ketika itu muncul dua kandidat, Henry Gunawan pengusaha properti terkemuka di Surabaya, sebagai petahana, dan Erlangga Satriagung mantan kedua Kadin (Kamar Dagang dan Industri) Jatim dua periode. Ali Badri menjadi ketua panitia seleksi, dan sudah menetapkan aturan bahwa calon ketua harus pernah menjadi pengurus harian REI Jatim.


Ada lagi peristiwa ketika H. Ali Badri dan rombongan dari Jawa Timur diterima oleh Presiden Susilo Bambang Yuhdoyono di Istana. Muara Harianja ikut dalam rombongan. Ketika masuk ke Istana dan harus melewati metal detector, mesin itu berbunyi dan menyala. Para jenderal, termasuk Sudi Silalahi diperiksa semua bawaannya.

Tapi, ketika H. Ali Badri lewat mesin detector itu seperti macet. ‘’Padahal ketika itu H. Ali Badri pakai cincin dan bawa senjata api ditaruh di bawah lengan. Tapi metal detector tidak bereaksi dan Abah Ali Badri bisa membawa masuk senjata api ke istana,’’ kenang Muara Harianja.

Pertemuan itu akhirnya juga membahas soal politik menjelang pemilu presiden 2024. H. Ali Badri memberikan penerawangannya mengenai Anies Baswedan, Prabowo Subianto, Ganjar Pranowo, dan Puan Maharani. Banyak kejutan yang diberikan H. Ali Badri dalam analisisnya.

Sayangnya penerawangan itu hanya diberikan untuk kalangan terbatas, dan tidak boleh dipublikasikan. Acara ditutup dengan doa oleh K.H Mujahid Ansori dan diakhiri dengan foto bersama. (Rud)