Urip Asline Mung Sawang Sinawang

Reporter : -
Urip Asline Mung Sawang Sinawang
Urip Asline Mung Sawang Sinawang

Kowe nyawang aku, aku nyawang kowe. Aku pingin due keahlianmu, kowe pingin due keahlianku. Nek diteruske ora ono entek'e.


Sesuatu yang kita miliki saat ini bisa jadi sangat diinginkan oleh orang lain untuk dimiliki.

Baca Juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Sementara saat ini, kita sedang sangat menginginkan sesuatu yang dimiliki oleh orang lain, yang mana sesuatu yang sangat kita inginkan itu sudah sangat membosankan bagi orang tersebut.

Dunia memang penuh tipu daya.
Dunia, bila kita tak pandai menyikapinya, kita tak akan pernah merasa puas, selalu mengeluh dan enggan bersyukur.

Jeluntrungane tulisan Iki arep tak gowo ning ngendi?

Begini. Beberapa hari yang lalu saya di WhatsApp oleh seorang kawan lama. Ia juga seorang penulis. Penulis genre non fiksi tepat nya tulisan ilmiah, dan artikel popular yang begitu saya sukai, juga kagumi.

"Mas AAS, jenengan, mbendino gawe tulisan, iku piye ceritane lan entuk ide soko ngendi?". Dan aku justeru berbalik bertanya saat ditanya hal yang demikian. "Lha jenengan itu malahan saya amati terus setiap hari mas, bagaimana bisa menulis setiap waktu tulisan ilmiah, dan selalu di submit di jurnal bereputasi, baik nasional juga internasional," piye kok esoh mengkono iku, mbok aku diajari, penjalukku!

Dan melalui aplikasi gratisan di WhatsApp itu. Obrolan panjang pun terjadi, aku menceritakan kisahku, dan kawanku itu mengkisahkan kisahnya. Meski secara teori sebenarnya sudah aku pahami dan ketahui bagaimana sebuah tulisan sebaiknya harus dibuat. Namun saat pekerjaan itu ditulis, dibuat oleh penulis yang memiliki passion dan bergairah saat melakukannya. Di situlah aku ingin mendengar kisahnya.

Itu satu sisi cerita bahwa "Urip Iku Asline Mung Sawang Sinawang", sekali lagi.

Dalam kasus kedua. Semalam aku mengantarkan masakan nasi Goreng Mbah Joyo teruntuk guru, juga dosenku, yang begitu sangat saya hormati. Aku antar pesanan itu ke Hotel Grand Dafam @Kayun Surabaya. Makanan langsung beliau terima di loby hotel, dan kemudian di bawa ke kamar untuk dimakan bersama keluarganya. Dan tak berapa lama aku dapat pesan dari beliau begini, "Alhamdulillah
matur nuwun.
Nikmat sekali Nasi Goreng Mbah Joyo nya.
Semoga penuh berkah
Menjadi amal baik bapak Agus Andi Subroto beserta keluarga, aamiin".

"Alhamdulilah, amin-amin yra, sama-sama Prof," jawabku demikian.

Baca Juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Dan testimoni soal kenikmatan rasa dari Nasi Goreng Mbah Joyo, aku dapatkan kembali.

Sehingga pada suatu ketika, aku ditakoni dulur lawas,"Piye awakmu nek masak kok esoh enak, Broto. Ajari aku to," begitu pinta seorang kawan. Dan aku sebenarnya juga sedang minta diajari oleh dulur lawas ku itu perihal keahliannya bermain alat musik. Entah kapan aku akan memulainya.

Kedua kali terbukti kembali. Urip iku asline mung sawang sinawang maneh, ajur mbok dhe. Terus kalau sudah tahu demikian, hidup Anda juga saya ini harus kemana dan mau kemana, serta untuk apa? Jangan-jangan Anda kali ini sedang menginginkan sesuatu yang jadi milik orang lain, jangan demikian nda, ora apik Iku!

Silakan dijawab secara lirih saja. Tak perlu dengan suara keras kayak orang demo di gedung DPR RI saja! Kerena ini pertanyaan teramat penting untuk dijawab dengan sepenuh hati.

Masak jadi orang hanya setengah-setengah saja. Setengah hidup, dan setengah mati. Modyar nek ngene urip mu nda!

Baca Juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Pinisepuh dan orang bijaksana selalu mengajari kita untuk terima dan cintai pekerjaan dan profesi, serta hobi Anda sekarang! Menjalaninya kudu dengan antusias, karena itu peran yang diberikan oleh semesta kepada kita. Bukankah demikian?

Ya, sudah kita tekuni saja apa yang jadi kemampuan milik kita, sambil mencoba sesekali melakukan kemampuan yang dimiliki orang lain untuk sekadar media healing. Itupun kalau ada waktu dan ada duitnya.

Setujukah Anda?

Hora setuju, yo, horapopo, pak Lik! Urip kan mung sawang sinawang ae. Ojo serius-serius talah!


AAS, 25 Desember 2022
Emper Rumah Rungkut Surabaya

Editor : Redaksi