Surabaya - Hasil survey JTV dan ITS Surabaya mengenai popularitas dan elektabilitas calon pemimpin Kota Surabaya dirilis Kamis (20/2) sore. Dari elektabilitas tertinggi, dari partai politik nama Wisnu Sakti Buana menempati posisi tertinggi. Diikuti sejumlah nama non partai politik Eri Cahyadi, Azrul Ananda.

Hasil survey diketahui elektabilitas Bakal Calon Walikota Surabaya, tertinggi ditempati Wisnu Sakti Buana 5,47 persen, diikuti Eri Cahyadi 5,04 persen, Azrul Ananda 4,76 persen. Juga nama Adies Kadir 2,62 persen, Fandi Utomo 2,39 persen, Gus Hans 1,74 persen, dan Machfud Arifin 1,35 persen, serta beberapa nama lainnya di bawah 1 persen.
 
Untuk hasil survey tingkat popularitas tertinggi diperoleh Wisnu Sakti Buana 39,21 persen, Adies Kadir 30,90 persen, Azrul Ananda 29,66 persen, Fandi Utomo 25,73 persen, Eri Cahyadi 17,84 persen, dan Machfud Arifin 11,93 persen.

Sementara untuk tingkat elektabilitas Bakal Calon Wakil Walikota Surabaya, dengan nilai diatas 1 persen muncul nama Armuji 5,94 persen, Azrul Ananda 3,48 persen, Dwi Astuti 1,53 persen, Taufik Hidayat 1,06 persen. Serta tingkat popularitas bakal Calon Wakil Walikota Surabaya diantaranya Armuji 35,88 persen, Azrul Ananda 22,78 persen, Taufik Hidayat 6,47 persen, Vinsenscius Awey 6,25 persen, Dwi Astuti 4,64 persen dan Reni  Astuti  4,05 persen .
 
Sutikno, tenaga ahli tim survey Pilkada ITS mengatakan, dari angka itu diketahui tingkat elektabilitas di bawah 10 persen, karena masyarakat Surabaya adalah pemilih yang rasional. Mereka memiliki kriteria tertentu dalam mencari pemimpin. Selain itu, batas waktu yang masih jauh dari tahapan Pilwali, membuat pemilih masih wait and see, sehingga meskipun sudah ada caloncalon yang muncul di publik, belum tentu memiliki elektabilitas tinggi. "Hasil survey akan dapat berubahubah seiring dengan perubahan kondisi. Termasuk nama Machfud Arifin yang baru saja dimunculkan, setelah diusung 6 partai koalisi," kata Sutikno.
 
Sementara itu, menurut Surokim Abdussalam, peneliti senior SSC, mengatakan, hasil survey ini dapat digunakan acuan untuk para bakal calon dalam menentukan langkah. Karena dari survey seperti ini dapat diketahui keinginan masyarakat tingkat grass root, pada pemimpinnya di masa depan.
 
Artikel ini telah tayang di pojokpitu.com dengan judul: Nama Asrul Ananda dan Eri Cahyadi Perlu Diperhitungkan Pilwali Surabaya

Berita Terkait

Berita Terpopuler