Sikapi Utilitas Bodong, Pimpinan DPRD: Pemkot Jangan Hanya Berani Gertak RT

oleh : -
Sikapi Utilitas Bodong, Pimpinan DPRD: Pemkot Jangan Hanya Berani Gertak RT
AH Thony

Jatimupdate.id - Penggunaan utilitas di kota Suarabaya sudah ada aturannya, melalui regulasi, yang memberi kesempatan semua pihak, berkontribusi terhadap perkembangan kota ini.

Begitu, kata pimpinan DPRD Surabaya, AH Thony, menyikapi maraknya utilitas bodong, yang baru-baru ini berhasil diungkap pemkot.

Thony memaparkan, konsekuensi penggunaan utilitas, harusnya ada perizinan dan pembayaran. Namun, bila ada keberatan karena pasang surutnya perusahaan, masih bisa ditolerir, tinggal perusahaan melakukan permohonan keringanan. "Berupa penundaan pembayaran dan sebagainya," beber legislator Gerindra ini. 

Itu, menurut Thony, merupakan fatsun daripada usaha mereka di Surabaya.  Sebab,  Surabaya bukan kota Barbar, ada regulasi agar serba teratur, dan berjalan sistemik. Dan saling sinergi memenuhi hak dan kewajiban masing-masing.

Pemkot, tutur AH Thony memfasilitasi layanan, kemudian pihak lain memanfaatkan. Bila ingin memanfaatkan, etisnya daftar perizinan. Jika, utilitas bodong ini dilakukan perusahaan besar. Menurutnya, mereka sengaja melakukan pelanggaran. Atau bahkan memanfaatkan kelengahan pemkot, saat sibuk mengatasi wabah Covid-19. Dengan tidak melakukan perizinan atau menunda pembayaran.

"Iya semua mestinnya harus tahu diri," sergah Thony

Maka, Thony menekankan, pemkot jangan terlalu lunak, karena semua regulasi ada Perda nya. Dan itu, sudah mengatur hak dan kewajiban. Bila perusahaan terkait mengindahkan kewajiban, pemkot selayaknya memberikan sanksi.

"Kita capek ngurusi urusan toleransi yang begitu panjang itu, akhirnya energi kita yang habis," ketus Thony

Untuk itu, ia menegaskan, Pemkot harus ambil sikap tegas. Saatnya berani bicara hitam dan putih, biar jelas. Jangan hanya berani mengancam RT dengan memecat langsung, bila melakukan pelanggaran. "Lah sekarang ada pengusaha besar, merugikan keuangan daerah, dan mengganggu PAD, lalu dibiarkan lenggang-lenggang kangkung," tutur Thony

"Iya jangan begitu, enggak adil, harus tegas, tegas pun ukurannya sesuai dengan aturan yang ada," demikian imbau Thony. (roy)